HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Negara Favorit Pengemplang Pajak di Indonesia Ada Tiga

7

HARIANACEH.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengakui banyak pengusaha Indonesia yang sengaja melarikan uang ke luar negeri untuk menghindari pajak kekayaan mereka. Menurutnya, ada tiga negara yang menjadi tempat favorit untuk melarikan uang tersebut yakni British Virgin Island, Kock Island, dan Singapura.

Bambang menjelaskan, sebenarnya pola yang dilakukan para pengusaha-pengusaha yang enggan membayar pajak itu mayoritas sama yakni dengan membuat SPV atau paper company di negara-negara yang menerapkan tax haven.

“Dari data yang kita miliki ini polanya adalah banyak orang Indonesia yang membuat SPV atau paper company di berbagai Tax haven,” kata Bambang saat Seminar ‘RUU Tax Amnesty dan Manfaatnya Bagi Bangsa’, di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Biasanya, negara yang menerapkan tax haven merupakan negara-negara kecil, negara-negara yang tidak punya sumber apa-apa. Jadi tax haven itu hanya betul-betul merupakan bentuk survival dari negara tersebut.

“Ciri tax haven itu satu negara yang kecil, lalu yang kedua adalah negaranya yang tidak punya sumber apa-apa, jadi tax haven itu hanya betul-betul merupakan bantuk survival dari negara tersebut,” jelas dia.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Keuangan ada tiga negara yangmenjadi tempat favorit pengusaha Indonesia untuk melarikan uangnya agar tak terkena paja. Pertama adalah British Virgin Islands, Koch Island, dan Singapura.

“British Virgin Islands. Lalu Koch Island timur New Zealand, dan ketiga Singapura,” sebut dia.

Kendati demikian, lanjut Bambang, pengusaha-pengusaha bukan menyimpan uangnya langsung di tax haven, tapi tetap menyimpan di Bank namun menyimpannya di negara-negara yang menerapkan tax haven.

“Tapi bukan berarti dia menyimpan uang di tax haven itu. Bukan. Dia (pengusaha) tidak nyimpan uang di situ British Virgin, uangnya disimpan di bank. Jadi dia nyimpan di negara-negara seperti itu tadi yang datanya sebagian sudah kita miliki,” tutur dia.

Namun demikian, Bambang enggan menjabarkan lebih lanjut saat dikonfirmasi ulang asal muasal mengapa negara-negara tersebut menjadi favorit.

“Saya tidak bisa jawab karena itu preferensi yang punya SPV. Saya cuma dapat data,” pungkas dia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat