HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Panama Papers Tak Mengungkap Satupun Warga atau Perusahaan AS

9

HARIANACEH.co.id – Terkuaknya dokumen rahasia Panama Papers mengungkapkan deretan nama ternama dengan firma hukum yang mengurus perusahaan bayangan. Namun mengapa tidak ada nama Amerika Serikat (AS) dalam daftar itu?

Dari penyelidikan sekitar 100 media internasional menyebutkan, beberapa kepala negara dan politikus dunia. Nama ternama yang muncul termasuk rekan dan orang lingkungan dalam Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tidak hanya Putin, nama seperti Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson dan keluar dari Presiden Tiongkok Xi Jinping juga terungkap. Namun tetap tidak ada nama terkenal dari AS yang masuk dalam daftar ini.

Hingga saat ini International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) hanya berhasil mengidentifikasi 211 orang dengan alamat di AS, yang memiliki perusahaan di dalam data tersebut. Belum diketahui apakah 211 orang itu merupakan warga AS.

Menurut media Fusion, Selasa 5 April, angka 211 itu berasal dari data internal firma hukum Mossack Fonseca. Firma hukum yang bertempat di Panama ini, merupakan firma yang datanya diretas dan 11,5 juta dokumen tersebar luas.

Dengan kata lain, angka 211 itu merupakan jumlah kecil dari data. “Ini sangat diragukan,” ujar Kepala Riset ICIJ Mar Cabra, seperti dikutip Fusion. Menurutnya mencari angka pasti warga Amerika di data itu sangatlah sulit.

Tetapi, justu pertanyaan akan tetap muncul, jika ini memang penguakan data terbesar dalam sejarah, kemana perginya warga AS? Selain itu diperkirakan sekitar USD150 miliar potensi pendapatan pajak AS hilang begitu saja.

Menurut pengamat keuangan asing, Don Semensky, warga Amerika mungkin sudah mengetahui cara untuk menggunakan pihak lain yang memiliki kewarganegaraan atau identitas berbeda.

“Butuh lima tahun bagi Undang-Undang Kepatuhan Rekening Pajak Asing milik AS, untuk diterapkan. Hal ini memberikan banyak pihak untuk menutup rekening mencurigakan dan memindahkan uang mereka dengan membuka perusahaan baru yang bisa jadi tidak dipimpin oleh warga AS,” tutur Semensky.

Sedangkan profesor hukum University of Utah Shima Baradaran Baughman menyebutkan bahwa warga AS bisa membuka perusahaan cangkang di Wyoming, Delaware atau Nevada. “Mereka tidak perlu pergi ke Panama untuk membentuk perusahaan bayangan demi melakukan aktivitas terlarang,” sebutnya.

Pengamat perpajakan James Henry menambahkan, “warga Amerika menggunakan perusahaan bayangan setiap waktu. Mereka bahkan yang pertama kali menggunakan perusahaan semacam ini. Namun warga Amerika tidak perlu membentuk perusahaan itu di Panama”.

“Delaware memiliki pendanaan. Sementara 49 negara bagian saat ini menawarkan Limited Liability Company (LLC) atau perusahaan dengan pendanaan terbatas. Pada dasarnya kami punya industri di dalam negeri yang bekerja dengan rahasia di mana pun,” tutur Henry.

Bagi Henry, apa yang terungkap saat ini ada jaringan internasional dan dilakukan satu firma hukum. Penguakan data ini merupakan sesuatu yang luar biasa.

Dokumen yang bocor mencapai lebih dari 11,5 juta dan menyertakan 215 ribu nama perusahaan dan 14.153 klien dari firma hukum Mossack Fonseca. Sebagian besar data dalam Panama Papers menyebutkan secara detail bagaimana tokoh dunia membuat rekening di luar negeri atau mendirikan perusahaan bayangan untuk menimbun kekayaan, mencuci uang atau menghindari pajak.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time