HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemecatan Fahri Hamzah Belum Bisa Ditindaklanjuti DPR

1

HARIANACEH.co.id – Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyatakan surat Keputusan DPP PKS soal pemecatan Fahri Hamzah belum sampai ke tangan Pimpinan DPR. Fahri yang kini menjabat Wakil Ketua DPR itu dipecat karena dianggap melanggar disiplin dan tata tertib organisasi.

“Sehingga kami tidak bisa lakukan hal-hal yang lebih lanjut tanpa adanya surat putusan tersebut,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2016).

Agus memastikan pihaknya segera memproses keputusan PKS apabila sudah secara resmi memegang surat pemecatan. Pimpinan DPR akan menggelar rapat pimpinan kemudian dibawa dalam rapat pengganti rapat Badan musyawarah (Bamus) untuk memutuskan.

“Kalau suratnya ada, kita akan rapim kemudian rapat Bamus yang terdiri dari pimpinan DPR dan fraksi untuk menindaklanjutinya, apa ada yang perlu dilakukan atau seperti apa. Keputusan yang ada nanti adalah kolektif kolegial,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Agus juga enggan bicara soal siapa yang mungkin menggantikan posisi Fahri. Fraksi PKS menjadi pihak yang berhak mengajukan nama pengganti Fahri sebagai salah satu pimpinan di lembaga legislatif itu.

“Karena kita mewakili partai politik, yang punya kewenangan adalah fraksi,” ujar Agus.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman membenarkan kabar pemecatan Fahri. Menurut Sohibul, Fahri kerap kali tak menjalankan amanah partai. Termasuk, ketika ia berkali-kali mangkir dari sidang Majelis Tahkim PKS.

Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS akhirnya merekomendasikan pemberhentian Fahri melalui putusan No.02/PUT/MT-PKS/2016. Majelis Tahkim melaksanakan rekomendasi BPDO melalui putusan pada 20 Maret 2016 yang disampaikan kepada Dewan Pengurus Tingkat Pusat (DPTP) PKS. DPTP melanjutkan surat kepada DPP PKS untuk ditindaklanjuti.

Pemecatan Fahri bukan tanpa alasan jelas. PKS mendaftar banyak pembangkangan oleh Fahri dalam rentang waktu tertentu, terutama ketika menjabat sebagai Pimpinan DPR.

Fahri yang terkenal ceplas ceplos saat memberi pernyataan sebenarnya telah diperingatkan sejak tahun lalu. Ia diminta menyesuaikan diri dengan kebijakan PKS sebagai partai dakwah yang disiplin dan santun. Fahri diwajibkan mengikuti arahan partai dalam menyampaikan pendapat ke publik agar tidak menimbulkan kontroversi.

Sayangnya, beberapa kali teguran dan pemanggilan oleh petinggi PKS diabaikan Fahri. Ia kembali dipanggil untuk ditinjau kedudukannya sebagai Wakil Ketua DPR pada 23 Oktober 2015.

Fahri diminta mengundurkan diri karena pilihan lain yang tersedia hanyalah pemecatan oleh DPP. Pria kelahiran Sumbawa ini berjanji mengundurkan diri pada pertengahan Desember  2015.

Lagi-lagi, pria 44 tahun ini tak menepati janji. Para petinggi PKS mau tak mau mengambil langkah tegas. Fahri dinyatakan dipecat.

loading...