HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pilot Batik Gunakan Narkoba Dibantah Presdir Lion Air

2

HARIANACEH.co.id – Kecelakaan pesawat antara Batik Air dengan Trans Nusa menimbulkan berbagai dugaan. Dugaannya agak liar, mulai dari pilot Batik Air yang tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) hingga mengonsumsi zat terlarang.

Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait buru-buru menepis rumor tersebut. Ia meyakini pilotnya sudah mendapat izin take off (lepas landas) dari petugas menara Air Trafic Controller (ATC).

“Pilot sudah sesuai prosedur dan tidak ada yang menggunakan narkoba,” tegas Edward di kantor Lion Air, Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016).

Edward menuturkan, pilot tersebut memiliki rekam jejak bagus. Selama bertugas pilot itu tidak pernah membuat masalah.

“Rekam jejaknya sangat baik. Jam terbangnya juga sudah di atas sepuluh ribu kaki. Sudah sesuai dengan persyaratan,” tutur Edward.

Akibat insiden itu, pilot Batik Air tidak diberi jadwal penerbangan untuk sementara sampai hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ke luar.

Sebelumnya, Lion Air bersedia memberikan ganti rugi kepada para penumpang yang membatalkan penerbangan. Penumpang yang tidak membatalkan penerbangan mendapat kompensasi penginapan dan diterbangkan dengan pesawat pengganti melalui bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat Batik Air Nomor Penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa, di landasan pacu Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Batik Air beregistrasi PK-LBS sedianya terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Buntut dari senggolan itu, Batik Air ID 7703 rusak di bagian ujung sayap sebelah kiri. Sedangkan pesawat Transnusa rusak pada bagian ekor dan sayap bagian kiri.

Batik Air ID 7703 mengangkut 49 penumpang dan 7 crew. Semua penumpang dan crew dipastikan selamat. Otoritas bandara sempat menutup bandara untuk keperluasn investigsi sampai pukul 24.00 WIB. Saat ini, bandara Halim Perdanakusuma sudah beroperasi normal.

loading...