HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Skandal Panama Papers & Tingkat Kerugian Negara

23

HARIANACEH.co.id – Seorang anak tidak suka ibunya memeriksa celengannya. Dia lalu membuat celengan lain dan menitipkannya kepada temannya.

Perbuatannya ditiru anak-anak lain yang juga menganggap celengan adalah masalah privacy. Suatu hari ibu sang teman yang dititipi celengan itu kaget melihat tumpulan celengan di kamar putranya. Dia llalu melaporkan temuannya ke ibu masing-masing anak pemilik celengan.

Tidak semua anak-anak yang menitipkan celengannya itu berniat menyembunyikan sesuatu dari ibundanya. Tapi boleh jadi ada yang di dalam celengannya ada uang sisa membeli gula atau sabun cuci di toko yang tidak dikembalikan kepada ibunya.

Siapa saja anak yang menyembunyi uang bukan miliknya? Ya, suatu hari kita akan mengetahui, siapa yang berniat jahat dengan perbuatan seperti ini.

Tapi yang sekedar tidak mau celengannya diintip ibundanya juga bisa dianggap melakukan kesalahan. Sebab merahasiakan nilai tabungan adalah pelanggaran UU Kerahasiaan Bank.

Begitulah analogi kebocoran dokumen Panama Papers yang hebohkan dunia dua hari ini. Analogi ini digambarkan dalam sebuah gambar bercerita oleh vox.com.

Mossack Fonseca

Ya, rumah teman tempat menyimpan tabungan itu adalah Mossack Fonseca, badan hukum dan penyedia jasa konsultan keuangan yang didirikan pada 1977 di Panama. Perusahaan ini juga menyediakan jasa pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri dan manajemen aset.

Mossack Fonseca bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan terbesar di dunia seperti Deutsche Bank, HSBC, Société Générale, Credit Suisse, UBS dan Commerzbank. Kadang membantu nasabah bank tersebut membangun struktur yang rumit sehingga kolektor pajak dan penyidik sulit melacak arus uang dari satu tempat ke tempat lain.

Sebelum kebocoran Panama Papers, majalah The Economist menyebut Mossack Fonseca sebagai pemimpin industri keuangan global “penuh rahasia”.

panamapapers (600x326)

Dampak

Mossack Fonseca membantu seseorang memanfaatkan perusahaan luar negeri untuk keperluan penghindaran pajak dan anonimitas total. Maka dengan terbongkarnya dokumen Panama Papers, tabir dugaan pengingkaran pajak terbesar dalam sejarah tersingkap.

Tidak perlu kaget di dalam daftar klien Mossack Fonseca tersebut terdapat hampir tiga ribu nama WNI yang familiar dengan kita. Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah sudah mengantongi datanya. Di dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak yang sedang dibahas, menurutnya merupakan upaya pemerintah menarik pulang semua dana yang jumlahnya bisa mencapai ribuan triliun rupiah.

Sementara itu, Presiden Perancis François Hollande menyatakan bahwa bocoran ini akan “menaikkan pendapatan pajak dari para pelaku penipuan”.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat