HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Status Pilot Batik Air Tak Dapat Diputuskan Lion

8

HARIANACEH.co.id – Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait belum bisa memutuskan status pilot Batik Air yang terlibat kecelakaan dengan Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma. Ia masih menunggu hasil rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait izin terbang pilot.

“Yang bisa memutuskan bukan kami, itu wewenang KNKT. Apakah dia bisa lanjut lagi atau tidak,” kata Edward di kantor Lion Air, Gaja Mada, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016).

Menurut dia, sampai saat ini Lion Air juga belum meminta keterangan sang pilot. Lion baru menjalin komunikasi dengan KNKT dan teknisi pesawat. “Kominikasi baru dengan pihak terkait. Kalau internal belum karena dia (pilot) yang ada di dalam pesawat,” ujar dia.

Edward mengklaim, pilot itu memiliki rekam jejak yang bagus. Selama bertugas, pilot itu tidak pernah membuat masalah. “Rekam jejaknya sangat baik. Jam terbangnya juga sudah di atas 10 ribu kaki. Sudah sesuai dengan persyaratan,” tutur Edward.

Menurut keterangan yang didapat Edward, jarak antara pesawat Batik dan Transnusa berkisar 200 meter. Pada jarak tersebut, pilot Batik dapat melihat dengan jelas keberadaan Transnusa.

Sebelumnya, Lion Air bersedia memberikan ganti rugi kepada para penumpang yang membatalkan penerbangan. Penumpang yang tidak membatalkan penerbangan mendapat kompensasi penginapan dan diterbangkan dengan pesawat pengganti melalui bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat Batik Air Nomor Penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa, di landasan pacu Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Batik Air beregistrasi PK-LBS sedianya terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Buntut dari senggolan itu, Batik Air ID 7703 rusak di bagian ujung sayap sebelah kiri. Sedangkan pesawat Transnusa rusak pada bagian ekor dan sayap bagian kiri.

Batik Air ID 7703 mengangkut 49 penumpang dan 7 crew. Semua penumpang dan crew dipastikan selamat. Otoritas bandara sempat menutup bandara untuk keperluasn investigsi sampai pukul 24.00 WIB. Saat ini, bandara Halim Perdanakusuma sudah beroperasi normal.

loading...