HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terjerat Skandal Panama Papers, PM Islandia Didesak Mundur

3

HARIANACEH.co.id – Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson didesak mundur oleh warganya. Desakan terkait bocoran dokumen rahasa yang disebut ‘Panama Papers’.

Dokumen itu berisi tentang perusahaan fiktif untuk menghindari pajak, yang dibentuk oleh beberapa pengusaha dan tokoh lainnya. Dokumen rahasia ini bocor dari firma hukum Panama, Mossack Fonseca. Demikian diberitakan BBC, Selasa (5/4/2016).

Meskipun sudah didesak mundur warga, PM Gunnlaugsson menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, dia bersama sang istri, mendirikan perusahaan pada 2007 di British Virgin Islands, melalui firma hukum.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa Gunnlaugsson menjual setengah dari perusahaan kepada istrinya, Anna Sigurlaug Palsdottir, seharga USD1. Penjualan dilakukan pada akhir 2009, sebelum aturan baru diterapkan di Islandia yang menyebutkan bahwa anggota parlemen Islandia harus membeberkan harta yang dimilikinya.

Bagi Gunnlaugsson, bocoran dokumen itu tidak menyebutkan fakta baru. Menurut Gunnlaugsson, dirinya dan sang istri tidak menyembunyikan aset ataupun menghindari pajak.

Tetapi satu hal yang paling penting adalah perusahaan yang dinamai Wintris Inc, kehilangan jutaan dolar karena krisis keuangan global pada 2008 yang juga membuat Islandia krisis. Perusahaan itu kemudian mengklaim uang sebesar USD4,2 juta dari tiga bank Islandia yang sudah tutup.

Menjabat sebagai perdana menteri sejak 2013, Gunnlaugsson terlibat dalam meraih kesepakatan dengan bank-bank itu. Kini dirinya dituduh menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Bocoran dokumen Panama Papers dibobol dari firma hukum Mossack Fonseca. Dokumen yang bocor itu mencapai lebih dari 11,5 juta dan menyertakan 215 ribu nama perusahaan dan 14.153 klien dari firma hukum yang beroperasi di Panama itu.

loading...