HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Usai Diperiksa KPK, Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Sanusi Bungkam

3

HARIANACEH.co.id – Karyawan PT Agung Podomoro Land, Trinanda Prihantoro, yang baru jadi tersangka selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi enggan menunjukan wajahnya.

Senin (4/4/2016) kemarin, Trinanda diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Dia diperiksa sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 19.52 WIB.

Trinanda enggan berkomentar soal pemeriksaan yang menghabiskan waktu hingga enam jam itu. Dia justru menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

Trinanda bergegas memasuki mobil tahanan dengan mendapat pengawalan petugas tahanan KPK. Di dalam mobil tahanan, dua pun tetap menutupi wajahnya.

Sementara, KPK belum mau bicara banyak soal pemeriksaan Trinanda. KPK masih fokus pada hasil operasi tangkap tangan terkait rancangan peraturan daerah terkait reklamasi Teluk Jakarta.

“Yang jelas hasil pengembangan OTT dan didalami perkara reklamasi ini,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dalam perjalanan pembahasan raperda reklamasi, KPK mencokok Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi pada sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis 31 Maret 2016, pukul 19.30 WIB.

Sanusi baru saja menerima uang dari Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro melalui seorang perantara. Trinanda kemudian juga diamankan di kantornya di Jakarta Barat.

Lembaga Antikorupsi mengamankan barang bukti uang Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan rancangan peraturan daerah tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

Sanusi dan Trinanda kemudian dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang juga tersangkut kasus suap ini menyerahkan diri ke KPK untuk diperiksa pada Jumat malam 1 April.

Sanusi pun dijadikan tersangka penerima suap. Dia disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara, Trinanda dan Ariesman jadi tersangka pemberi suap. Keduanya disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Para tersangka ini juga sudah ditahan KPK. Sanusi kini meringkuk di Rumah Tahanan Polres Jakarta Selatan, Trinanda di Rutan Polres Jakarta Timur, sedangkan Ariesman di Rutan Polres Jakarta Pusat. Ketiganya harus merasakan dinginnya ubin rutan setidaknya untuk 20 hari ke depan.

loading...