HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

YLKI: Insiden Tabrakan Adalah Keteledoran Serius Batik Air

17

HARIANACEH.co.id – Insiden senggeloan sayap pesawat Batik Air dengan Tran Nusa di BandaraHalim Perdanakusuma dinilai akibat ketelodoran petugas. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut tuntas insiden yang terjadi Senin malam itu.

“Tabrakan antara Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim merupakan keteledoran yang sangat serius, dan harus diusut tuntas oleh KNKT,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi seperti dikutip Antara, Selasa (5/4/2016).

Tulus mengatakan, insiden itu menandakan tidak ada koordinasi antara petugas pengawas ATC (air traffic controller) yang mengatur lepas landas-mendaratnya pesawat dan ground handling yang menarik pesawat.

Dia menilai, insiden itu menjadi bukti tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah. “Kemenhub harus memberikan sanksi pada petugas yang terlibat dalam insiden ini, termasuk manajemen Bandara Halim Perdanakusuma,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan membekukan izin operasi perusahaan ground handling yang bertugas saat insiden sengolan pesawat Batik Air. Perusahaan itu dinilai bertanggung jawab karena sedang melakukan penarikan pesawat Transnusa.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Publik Hadi M Djuraid mengatakan, ada dua pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban. ATC (air traffic controller) yang mengatur lepas landas-mendaratnya pesawat dan ground handling yang menarik pesawat.

Pesawat Batik Air Nomor Penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa di landasan pacu Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Batik Air beregistrasi PK-LBS sedianya terbang ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Buntut dari senggolan itu, Batik Air ID 7703 rusak di bagian ujung sayap sebelah kiri. Sedangkan pesawat Transnusa rusak pada bagian ekor dan sayap bagian kiri.

Batik Air ID 7703 mengangkut 49 penumpang dan 7 crew. Semua penumpang dan crew dipastikan selamat. Otoritas bandara sempat menutup bandara untuk keperluan investigsi sampai pukul 24:00 WIB. Saat ini, bandara Halim Perdanakusuma sudah beroperasi normal.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat