HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Data Kemenkeu Diharapkan Segera Dikawinkan dengan Panama Papers

6

HARIANACEH.co.id – Kementerian Keuangan disebut sudah memegang nama orang Indonesia yang memiliki rekening di bank luar negeri. Data itu diketahui berbeda dengan yang dimiliki Panama Papers.

“Saya dengar Kementerian Keuangan sudah punya data yang berbeda dengan Panama Leaks, ada enam ribuan (nama) saya dengar,” kata Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli, Selasa (5/4/2016).

Nama-nama itu kata Arif masih dalam tahap konfirmasi satu per satu. Arif berharap, data yang dimiliki Kemenkeu bisa digabung dengan bocoran Panama Papers.

“Nah kalau Panama Papers ini bisa diverifikasi dengan bagus, dikawinkan dengan data yang dimiliki Kementerian Keuangan, saya kira ini sangat membantu,” ujar Arif.

Arif menyebut, jika data Kemenkeu dan Panama Papers dapat dikombinasikan, maka pendapatan Indonesia dari pajak bisa bertambah. Hal itu sejalan dengan RUU Pengampunan Pajak yang akan dikebut oleh DPR.

“Cepat-cepat deh orang bawain uangnya pulang ke Indonesia, karena Indonesia lagi butuh duit,” tambah Arif.

Sebagai informasi, bocornya dokumen firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca membuat geger dunia saat ini atau dikenal dengan nama Panama Papers. Di dalamnya terdapat dokumen berisi data perusahaan-perusahaan bayangan (offshore) yang digunakan untuk menyembunyikan uang dan menghindari pajak.

Dokumen itu menggegerkan dunia karena menyangkut praktik-praktik kejahatan finansial yang diduga turut dilakukan oleh beberapa pemimpin dunia.

Majalah Tempo menjadi satu-satunya media di Indonesia yang mendapat data bocoran Panama Papers dari surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung. Kurang lebih 400 jurnalis dari 100 media di berbagai negara terlibat dan telah melakulan proses verifikasi sebelum mempublikasikannya pada 4 April 2016.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat