HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KPK Kembali Cegah 2 Orang Terkait Suap Raperda Reklamasi

1

HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali meminta pencegahan pada pihak Imigrasi terhadap dua orang. Pencegahan berkaitan dengan dugaan suap pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Reklamasi Teluk Jakarta.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Santoso membenarkan permintaan cegah oleh KPK. Surat pencegahan kata dia sudah keluar sejak Minggu 4 April.

“Betul, atas nama GP (laki-laki) dan BK (perempuan),” kata Heru, Rabu (6/4/2016).

Pencegahan kata Heru berlaku selama enam bulan ke depan. Heru tidak mau membuka identitas lengkap pihak yang dicegah, tapi kata dia keduanya berasal dari swasta.

“Pekerjaan swasta,” beber Heru.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati yang dihubungi terpisah belum mau berkomentar terkait pencegahan ini.

Dari informasi yang dihimpun GP diketahui sebagai Gery sedang BP ialah Berlian. Gery diamankan bersama dengan mantan Ketua Komisi D DPRD DKl Jakarta, Mohamad Sanusi, sedang Berlian diamankan dari kediamannya. Kedua orang itu disebut-sebut pegawai dari PT APL.

Diketahui, KPK mencokok M. Sanusi dan Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro pada Kamis malam, 31 Maret 2016. Sanusi baru saja menerima uang dari Trinanda melalui seorang perantara.

Lembaga Antikorupsi mengamankan uang sebesar Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan rancangan peraturan daerah tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, uang terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

Sanusi dan Trinanda kemudian dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang juga tersangkut kasus ini menyerahkan diri ke KPK pada Jumat malam 1 April.

Terkait kasus ini KPK juga sudah mencegah Ariesman dan bos PT Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan.

loading...