HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nawaz Sharif Bentuk Komisi Penyelidikan Terkait Panama Papers

6

HARIANACEH.co.id – Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif mengumumkan bahwa ia akan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki berbagai tuduhan korupsi.

Hal ini dilakukan menyusul tercantumnya sejumlah perusahaan offshore yang dipimpin anggota keluarganya dalam dokumen Panama Papers.

Sharif membela sejumlah perusahaan keluarganya dan menyangkal praktik bisnis tersebut melanggar aturan. Sharif menyebut bahwa tuduhan korupsi terhadap dirinya merupakan “tuduhan lama yang diulang-ulang.”

“Saya menyatakan bahwa mereka yang mengulang tuduhan lama ini harus mendatangani komisi ini dan membuktikan tuduhan mereka,” kata Sharif dalam pidato singkatnya, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/4/2016).

Sharif akan membentuk komisi untuk menyelidiki berbagai tuduhan tersebut berdasarkan dokumen Panama Papers yang membocorkan bahwa sejumlah perusahaan offshore yang dipimpin oleh anggota keluarganya menghindari pembayaran pajak ataupun menyamarkan aset dan sumber dana mereka.

Dokumen tersebut  bahwa sejumlah perusahaan induk milik keluarga Sharif terlibat dalam berbagai pembelian yang cukup besar dalam sektor properti di Inggris.

Sharif dan keluarganya telah membantah melakukan kesalahan dan menyatakan bahwa aset mereka diperoleh secara legal, terutama melalui jaringan keluarga dari bisnis dan industri di Pakistan dan Arab Saudi. Tak hanya aset perusahaan keluarga Sharif, Panama Papers membocorkan investasi kekayaan tersembunyi dari para pemimpin dunia, politisi, dan selebriti.

Nama-nama yang tercantum dalam bocoran dokumen ini di antaranya orang-orang yang berada di lingkaran Presiden Rusia Vladimir Putin, keluarga Presiden China Xi Jinping, ayah Perdana Menteri Inggris David Cameron, serta Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson yang baru saja mengundurkan diri akibat terkait dengan kasus ini.

loading...