HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemilik Perusahaan Bayangan di Luar Negeri Diselidiki Pihak Kepolisian

7

HARIANACEH.co.id – Polri akan menyelidiki keterlibatan pengusaha dan pejabat publik asal Indonesia dalam kasus kepemilikan perusahaan bayangan (offshore) di luar negeri. Perusahaan itu diduga dijadikan pengemplang pajak dan koruptor untuk menyembunyikan asetnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, polisi akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangan untuk mendalami kasus ini.

“Kami selektif prioritas, mana yang sudah punya alat bukti kuat,” kata Anton di Cirebon, Rabu (6/4/2016).

Anton menjelaskan, pengemplang pajak itu nantinya akan diklasifikasikan. Polisi akan melihat kasus mana yang lebih mungkin untuk ditindak lebih dulu.

Anton sadar, sangat mungkin penggelapan pajak dilakukan karena adanya dugaan korupsi. Namun, kepolisian tak hanya fokus kepada pejabat yang mengemplang pajak.

“Tapi korupsi bukan hanya pejabat. Kami juga lihat yang paling menyorot perhatian,” kata Anton.

Sebuah data berukuran besar bocor dari Firma Hukum Mossack Fonseca di Panama. Firma hukum ini memiliki setidaknya 35 cabang di seluruh penjuru dunia.

Dalam data itu, terlihat bagaimana politikus, pejabat publik, pemimpin negara, dan pengusaha mengelola uang mereka dengan membuat perusahaan bayangan (offshore). Firma Mossack Fonseca memfasilitasi pembuatan dan pengelolaan perusahaan itu di beberapa negara surga pajak di dunia.

Nama-nama seperti teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, ayah dari Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson tertulis dalam data yang dikenal dengan Panama Papers ini.

Berbagai respon sudah diberikan masyarakat dunia. Terbaru, Perdana Menteri Islandia Gunnlaugsson meninggalkan kursi perdana menteri setelah diprotes masyarakat Islandia atas keterlibatannya dalam kasus ini. Gunnlaugsson diduga menyembunyikan aset milik keluarganya yang bernilai jutaan dollar melalui perusahaan bayangan Wintris yang dibuat melalui firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca.

Sedangkan menurut investigasi yang dilakukan International Consortium of Investigative Journalists terkait perputaran uang perusahaan bayangan dunia, tercatat beberapa nama pejabat dan pengusaha asal Indonesia. Setidaknya, ada sembilan keluarga terkaya Indonesia yang tercatat memiliki lebih dari 190 perusahaan bayangan di beberapa negara.

Aset orang Indonesia di luar negeri lebih dari Rp11.400 triliun. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak lama mengantongi data transaksi orang Indonesia, sebagian masuk dokumen Panama Papers, di luar negeri. “Ada (data transaksinya) ke Panama, BVI, Cayman, Luksemburg, Swiss,” kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, Rabu 6 April.

Guna menelusuri hal itu, PPATK bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung untuk membuat satuan tugas. Data laporan hasil analisis (LHA) PPATK diberikan ke kedua lembaga tersebut.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time