HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PM Islandia Mundur Setelah Disebut-sebut dalam Panama Papers

5

HARIANACEH.co.id – Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya. Gunnlaugsson dan sang istri Anna Sigurlaug Palsdottir masuk dalam daftar Panama Papers.

Aksi protes masif meminta Gunnlaugsson mundur sempat terjadi di depan Gedung Parlemen Islandia kemarin, Senin 4 April. Gunnlaugsson diduga menyembunyikan aset milik keluarganya yang bernilai jutaan dollar melalui perusahaan bayangan (offshore) Wintris yang dibuat melalui firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca.

Menteri Pertanian Islandia disebut-sebut akan menjadi pengganti Gunnlaugsson.

Gunnlaugsson segera meminta Presiden Olafur Ragnar Grimsson untuk membubarkan parlemen, tapi Grimsson menolak. Grimsson memutuskan untuk berbicara pada partai politik terlebih dahulu.

“Saya tidak berpikir ini normal, perdana menteri sendiri, Seharusnya diberikan kewenangan untuk memutuskan membubarkan parlemen meski mayoritas anggota parlemen tidak puas dengan keputusan itu,” ujar Presiden Grimsson seperti yang dikutip dari bbc.com, Selasa (5/4/2016).

Beberapa pengamat menilai sikap penolakan Grimsson terhadap permintaan Gunnlaugsson sangat tidak biasa. Gunnlaugsson pada hari ini sempat menulis pada akun Facebooknya, menjelaskan soal posisinya.

“Saya beri tahu pemimpin Partai Independen, anggota parlemen partai merasa tidak bisa mendukung pemerintah. Saya akan membubarkan parlemen dan melakukan pemilihan umum,” tulis Gunnlaugsson.

Diketahui, Gunnlaugsson dan istrinya membeli Wintris tahun 2007. Saat memasuki parlemen tahun 2009, Gunnlaugsson tidak menunjukkan ketertarikan terhadap perusahaan itu.

Akhirnya, delapan bulan setelahnya, Gunnlaugsson menjual 50 persen saham Wintris pada istrinya. Gunnlaugsson mengklaim apa yang dilakukannya legal, tidak ada aturan yang dilanggarnya. Istrinya pun tidak mendapat keuntungan finansial.

Sebagai informasi, bocornya dokumen firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca membuat geger dunia saat ini atau dikenal dengan nama Panama Papers. Di dalamnya terdapat dokumen berisi data perusahaan-perusahaan bayangan (offshore) yang digunakan untuk menyembunyikan uang dan menghindari pajak.

Dokumen itu menggegerkan dunia karena menyangkut praktik-praktik kejahatan finansial yang diduga turut dilakukan oleh beberapa pemimpin dunia.

loading...