HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Surat Pemecatan Fahri Hamzah Sudah Dikirim PKS ke DPR

7

HARIANACEH.co.id – Ketua DPP PKS Zainudin Paru menegaskan pihaknya telah mengirimkan surat pemecatan Fahri Hamzah ke DPR. Surat dikirim ke Kesekretariatan Jenderal DPR.

“Mungkin dari Sekjen belum sampai ke pimpinan DPR. Hari ini kan baru pembukaan masa sidang setelah reses,” kata Zainudin, Rabu (6/4/2016).

Sayangnya, Zainudin tak begitu ingat kapan surat yang juga memuat surat pengusulan pergantian antarwaktu (PAW) Fahri Hamzah itu dikirim. Zainuddin menegaskan. surat itu ditujukan kepada pimpinan DPR dan ditembuskan ke Presiden Joko Widodo.

Zainuddin menjelaskan, mekanisme akan berjalan setelah proses administrasi itu selesai. Pimpinan DPR akan mengirimkan surat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU akan memverifikasi calon pengganti Fahri di lembaga legislatif.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman membenarkan kabar pemecatan Fahri. Menurut Sohibul, Fahri kerap kali tak menjalankan amanah partai. Termasuk, ketika ia berkali-kali mangkir dari sidang Majelis Tahkim PKS.

Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS akhirnya merekomendasikan pemberhentian Fahri melalui putusan No.02/PUT/MT-PKS/2016. Majelis Tahkim melaksanakan rekomendasi BPDO melalui putusan pada 20 Maret 2016 yang disampaikan kepada Dewan Pengurus Tingkat Pusat (DPTP) PKS. DPTP melanjutkan surat kepada DPP PKS untuk ditindaklanjuti.

Pemecatan Fahri bukan tanpa alasan jelas. PKS mendaftar banyak pembangkangan oleh Fahri dalam rentang waktu tertentu, terutama ketika menjabat sebagai Pimpinan DPR.

Fahri yang terkenal ceplas ceplos saat memberi pernyataan sebenarnya telah diperingatkan sejak tahun lalu. Ia diminta menyesuaikan diri dengan kebijakan PKS sebagai partai dakwah yang disiplin dan santun. Fahri diwajibkan mengikuti arahan partai dalam menyampaikan pendapat ke publik agar tidak menimbulkan kontroversi.

Sayangnya, beberapa kali teguran dan pemanggilan oleh petinggi PKS diabaikan Fahri. Ia kembali dipanggil untuk ditinjau kedudukannya sebagai Wakil Ketua DPR pada 23 Oktober 2015.

Fahri diminta mengundurkan diri karena pilihan lain yang tersedia hanyalah pemecatan oleh DPP. Pria kelahiran Sumbawa ini berjanji mengundurkan diri pada pertengahan Desember  2015.

Lagi-lagi, pria 44 tahun ini tak menepati janji. Para petinggi PKS mau tak mau mengambil langkah tegas. Fahri dinyatakan dipecat.

Hingga berita ini diturunkan, Metrotvnews.com belum mendapat konfirmasi dari Kesekjenan DPR soal penerimaan surat pemecatan Fahri.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time