HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Suap Raperda Reklamasi, Ahok Siap Diperiksa KPK

6

HARIANACEH.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera memanggil ia dan staf ahlinya terkait dengan kasus suap Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pantai-Pantai Kecil (RZWP3K) Provinsi DKI Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

“Pasti, pasti (diperiksa). Enggak apa-apa kita sudah bilang, siapapun yang diperiksa semua staf siapapun termasuk saya kita akan kasih keterangan,” kata Ahok di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016) malam.

Ahok juga yakin, posisi-posisi lain yang memiliki keterlibatan dalam penyusunan Raperda berpotensi dipanggil KPK.

“KPK juga pasti akan periksa tim kami, ada Sekda (Sekretaris Daerah), ada Deputi Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, ada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan bagian (Biro) Hukum,” papar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku siap jika harus menghadap lembaga antirasuah. Ia menilai kasus suap ini harus ditangani serius karena melibatkan proyek yang besar.

“Jadi KPK punya gambaran yang jelas, karena duit besar ini,” pungkas Ahok.

Diketahui, KPK mencokok M. Sanusi dan Karyawan PT APL Trinanda Prihantoro pada Kamis malam, 31 Maret 2016. Sanusi baru saja menerima uang dari Trinanda melalui seorang perantara.

Lembaga Antikorupsi mengamankan uang sebesar Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan rancangan peraturan daerah tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, uang terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

Sanusi dan Trinanda kemudian dibawa dan diperiksa di Kantor Lembaga Antikorupsi. Sementara, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang juga tersangkut kasus ini menyerahkan diri ke KPK pada Jumat malam 1 April.

Terkait kasus ini KPK juga sudah mencegah Ariesman dan bos PT Sedayu Grup Sugianto Kusuma alias Aguan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat