HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ini yang Dilakukan Yusril Soal Reklamasi Jika Terpilih di Pilkada

23

HARIANACEH.co.id – Reklamasi di pesisir utara Jakarta kian memanas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI masih tarik ulur untuk memuluskan rancangan peraturan daerah terkait reklamasi.

Masalah kian bertumpuk setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mencokok Mohamad Sanusi, politikus Gerindra yang juga Ketua Komisi D DPRD DKI, dalam kasus dugaan suap persetujuan raperda terkait reklamasi. Ini membuat status proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta menjadi kian rumit.

Yusril Ihza Mahendra yang kini maju menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta menolak berspekulasi terkait nasib proyek reklamasi. Jika pada Pilkada 2017 nanti dia terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta ia akan berhati-hati mengambil kebijakan apakah akan melanjutkan proyek reklamasi atau tidak.

“(Melanjutkan reklamasi atau tidak) Itu tergantung pada proses di pengadilan,” kata Yusril saat ditemui di Jalan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).

Aktivitas proyek reklamasi di salah satu pulau Teluk Jakarta
Aktivitas proyek reklamasi di salah satu pulau Teluk Jakarta. (Antara/Wahyu Putro)

Seperti diketahui, Pemprov DKI digugat oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia. Gugatan mereka terkait izin reklamasi Pulau G atas keluarnya Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudera.

Jika terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta, kata Yusril, ia akan menunggu proses hukum yang berjalan sampai berakhir. Karena dari situ akan diketahui seperti apakah putusan provisi yang dikeluarkan majelis hakim.

“Dan kalau nanti tahun 2017 sudah ada gubernur baru, apakah sudah ada keputusan incracht atau tidak. Jadi, pada prinsipnya pemerintah harus tunduk pada putusan pengadilan,” papar mantan Menteri Sekretaris Negara itu.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini tidak ingin terlalu mencampuri penangkapan Sanusi dalam dugaan suap raperda reklamasi. Yang pasti, Yusril akan membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Biarkan proses hukum berjalan. Kalau ada pidananya silakan Kejaksaan, KPK, dan Polri lakukan penyelidikan, penyidikan,” tutur Yusril.

Yusril juga mengatakan, proses hukum terkait suap raperda reklamasi akan memakan waktu lama. Ia yakin semua misteri bakal terungkap. Pasalnya, saat ini sudah ada tersangka dan beberapa pihak yang diduga terkait telah dicekal.

“Kalau diperiksa nanti makin melebar dan ketahuan siapa saja yang ikutan dalam kasus ini,” kata dia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat