HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gubernur Ahok: Kebijakan Pemerintah Sering Diganggu Yusril

23

HARIANACEH.co.id – Bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra dituding kerap mengganggu proyek dan kebijakan Pemerintah. Akibatnya, pekerjaan yang harusnya sudah berjalan kerap tertunda.

Gubernur DKI Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, Yusril kini mengganggu proyek revitalisasi dinding turap di Pelabuhan Sunda Kelapa. Warga Kampung Luar Batang yang berada dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa menolak digusur. Mereka khawatir proyek revitalisasi menggusur permukiman mereka.‎

Yusril bersedia menjadi kuasa hukum warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Yusril bilang, Pemprov DKI tidak berhak membongkar Kampung Luar Batang. Warga Luar Batang memiliki sertifikat.

Ahok meminta masyarakat tidak perlu meladeni ucapan pakar hukum tata negara itu. “Yusril nggak usah diladeni,” ucap Ahok dengan wajah mengerut di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (8/4/2016).

Ahok mengatakan, Yusril sering mencampuri kebijakan Pemprov DKI Jakarta, seperti rencana Ahok yang ingin mengambilalih pengelolaan sampah di Bantargebang, Bekasi. Rencana itu terancam gagal, lantaran Yusril menjadi pengacara pihak pengelolah sampah Bantargebang.

“Dia memang seperti itu, kita mau ambilalih Bantargebang, dia (Yusril) jadi pengacara, dia belain Bantargebang, makanya kaya raya dia itu. Sekampung sama saya, kaya dia. Kapal luar negeri juga, kapal asing yang masuk (ke wilayah Indonesia) dia belain juga, dapat duit juga dia,” kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tidak terima dengan tuduhan Yusril yang menyebut Ahok akan merobohkan masjid yang ada di Kampung Luar Batang. Ahok meminta Yusril untuk belajar dan memperbaharui informasi.

“Sekarang Luar Batang dia belain? Ngaco dia. Dia bilang saya mau merobohkan masjid, saya hanya merobohkan yang tidak punya sertifikat, enak saja. Makanya kalau jadi pengacara itu belajar, baca, jangan cuma banyak di televisi,” kata Ahok.

Ahok menjelaskan, dirinya tidak akan membongkar Kampung Luar Batang. “Sertifikat yang saya mau bongkar itu sertifikat PD Pasar Jaya (di Kampung Pasar Ikan), karena ada kios-kios yang dijadikan rumah. Itu pun mereka enggak saya hukum. Saya pindahin. Lalu yang di laut, emang di laut ada sertifikat?” ujar Ahok.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat