HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kasus Dugaan Korupsi 1MDB Masuki Babak Baru

8

HARIANACEH.co.id – Kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dikabarkan melibatkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, memasuki babak baru. Kali ini Parlemen Malaysia meminta agar 1MDB diselidiki.

Permintaan ini dikeluarkan setelah laporan dari komite keuangan negara (PAC) bentukan dari anggota parlemen Malaysia. 14 anggota parlemen berisi sembilan dari partai koalisi Barisan Nasional dan lima dari partai oposisi menyerahkan laporan dan rekomendasi terhadap 1MDB yang berada di berada di bawah Kementerian Keuangan.

“Komite ini bersandarkan informasi dari laporan yang disediakan lembaga audit negara (JAN) sesuai dengan keputusan Kabinet yang mengarahkan Laporan Audit 1MDB disajikan kepada PAC untuk melakukan penyelidikan. Selain itu menyiapkan serta merumuskan Laporan PAC terkait Manajemen Tata Kelola 1MDB,” pernyataan PAC, dalam keterangan tertulis Kedubes Malaysia di Jakarta, Jumat (8/4/2016).

“PAC mengakui bahwa perusahaan 1MDB memiliki struktur modal yang lemah dan ada beberapa kelemahan pemerintahan yang dijelaskan dengan rinci dalam laporan ini. PAC juga menemukan bahwa struktur modal 1MDB terlalu mengandalkan penggunaan utang,” lanjut pernyataan itu.

Sementara PM Najib Razak turut bersuara terkait pernyataan dari pihak parlemen. Najib yang diduga menerima aliran dana dari 1MDB, membantah keras dirinya memperoleh dana tersebut.

Tuduhan korupsi yang diarahkan kepada Najib, bahkan memicu aksi unjuk rasa agar dia mundur dari jabatan. Aksi itu juga didukung oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang menilai Najib berada di balik hilangnya dana 42 miliar ringgit milik 1MDB.

“Kabinet yang bergerak di bawah instruksi saya melakukan penyelidikan independen. Untuk memastikan bahwa penyelidikan ini berjalan melalui proses transparan, hasil dari penyelidikan juga diserahkan kepada PAC,” tutur Najib dalam keterangannya.

“Setelah proses melelahkan, PAC sudah mengeluarkan laporan atas temuannya. Laporan ini mewakili konsensus dari anggota PAC dan temuannya didasarkan atas fakta serta berjam-jam pengkajian dan penyelidikan komprehensif, konklusif dan definitif,” tegasnya.

PM Najib menambahkan, setelah mengkaji isi laporan dari PAC, dia melihat bahwa tidak ada uang sebesar 42 miliar ringgit hilang dari 1MDB seperti yang sudah dituduhkan oleh Mahathir. Tetapi laporan itu jelas memperlihatkan kelemahan struktur dan manajemen dari 1MDB.

“Kami akan mempelajari laporan ini dan melakukan tindakan. Harus dipastikan bahwa ada bukti pelanggaran maka tindakan akan diambil,” tutur Najib.

Kasus ini mengemuka setelah media Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal menyebutkan 1MDB menggelontorkan dana ke rekening pribadi milik Najib. Tetapi Najib membantahnya dan menyebutkan bahwa dana itu berasal dari sumbangan keluarga Kerajaan Arab Saudi.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time