HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Makin Lama Pengguna Facebook Makin Enggak Asyik

6

HARIANACEH.co.id – Sebuah laporan dari The Information menunjukkan bahwa Facebook memiliki sebuah masalah, yaitu berkurangnya konten bersifat pribadi yang dibagikan para penggunanya. Menurut laporan tersebut, terdapat penurunan 21 persen dalam hal post pribadi.

Hal ini menunjukkan bahwa Facebook memiliki sebuah kelemahan. Dan meski saat ini mereka menguasai pasar media sosial, tidak ada jaminan bahwa mereka akan dapat mempertahankan gelar ini.

Penurunan post bersifat pribadi di Facebook merupakan masalah yang biasa dihadapi komunitas online. Sebuah platform biasanya berawal sebagai sebuah tempat istimewa untuk berbagi hal-hal pribadi bagi para penggunanya. Lalu, setelah platform tersebut berkembang menjadi semakin besar, maka ia akan berubah menjadi platform profesional.

Masalah yang dihadapi Facebook ini juga dihadapi komunitas lain. Sebagian komunitas memilih untuk memastikan platform mereka tetap istimewa bagi penggunanya, meski pada akhirnya pengguna mereka menjadi tidak bertambah banyak.

Sementara sebagian platform lain memilih untuk menjadi media mainstream dan akhirnya ditinggalkan penggunanya karena mereka menemukan layanan lain yang lebih baru dan menarik. Satu contoh platform yang bernasib seperti itu adalah Friendster.

AP-201601-046157 AP Photo Matt Rourke, File facebook

Menurut Fortune, Facebook adalah contoh media sosial yang sukses karena mereka dapat menjadi media yang banyak digunakan oleh banyak orang tanpa kehilangan daya tariknya. Meskipun sekarang ini Facebook telah kehilangan unsur pribadi, tapi ia tetap menjadi sumber informasi utama seseorang saat mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan teman dan keluarga mereka.

Orang-orang masih memilih Facebook sebagai tempat pertama untuk mengumumkan berbagai hal penting yang bserifat pribadi seperti pengumuman pertunangan, kelahiran anak dan foto-foto liburan. Karena itulah, menurunnya jumlah post pribadi adalah sebuah masalah besar untuk Facebook.

Fortune percaya, ada dua hal yang menjadi penyebab dari masalah ini. Hal pertama adalah karena meningkatnya jumlah konten profesional di Facebook.

Alasan kedua karena seseorang akan mengunggah konten yang berbeda saat mereka berada di platform umum dan platform yang lebih pribadi. Jumlah konten profesional di Facebook memang meningkat secara perlahan dan Facebook menunjukkan bahwa mereka tidak keberatan dengan perubahan ini.

Facebook ingin agar penggunanya membagikan berbagai konten — mulai dari video, artikel berita, hiburan — di platform mereka sehingga mereka akan menghabiskan waktu yang lama di Facebook. Sejauh ini, Facebook telah sukses untuk memilih konten profesional dan memberikan apa yang penggunanya inginkan.

Sebagai hasilnya, Facebook menjadi media sosial yang sangat adiktif. Tingkat keterlibatan pengguna alias user engagement terus naik. Begitu pula dengan waktu yang dihabiskan untuk menggunakan Facebook.

Namun, jika konten profesional mendominasi Facebook, hal ini adalah sebuah masalah karena konten profesional dapat ditemukan di platform lain. Tidak sulit bagi para pesaing Facebook untuk merebut pengguna Facebook jika mereka dapat menawarkan aplikasi yang lebih baik.

Selain itu, meningkatnya jumlah konten profesional membuat para pengguna Facebook enggan untuk berbagi hal-hal pribadi, karena konten pribadi justru akan terlihat tidak pada tempatnya.

Padahal, konten pribadi seperti kabar pertunangan dan kelahiran seorang bayi adalah alasan mengapa para pengguna Facebook terus menggunakan media sosial tersebut. Karena, informasi itu hanya dapat ditemukan di Facebook.

Jika penggunanya tidak mau berbagi post pribadi, maka Facebook tidak berbeda dengan engine rekomendasi konten. Perubahan konten yang dibagikan di Facebook — dari konten bersifat pribadi menjadi konten bersifat umum — terjadi secara perlahan.

Dan sekarang, platform ini tidak lagi terasa sebagai sebuah platform tempat untuk melakukan pembicaraan pribadi dengan teman dan keluarga.

Saat ini, para pengguna Facebook tahu bahwa apa yang mereka bagikan di Facebook adalah sesuatu yang dapat dilihat oleh masyarakat luas. Karena itulah, mereka tidak lagi membagikan konten yang bersifat pribadi.

Facebook memang menyediakan pengaturan privasi. Namun, pengaturan tersebut terlalu rumit, tidak semua pengguna Facebook mengerti fungsi pengaturan itu.

Selain itu, sekalipun sebuah post dibuat agar hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu, orang lain masih dapat mengambil screenshot dan membagikan post itu.

Membagikan konten pribadi ke Facebook menjadi sangat berisiko. Terdapat kemungkinan sebuah post akan menjadi viral dan membuat sang pembuat post dipecat atau bahkan menjadi korban bully internet. Dan hal inilah yang membuat pengguna Facebook jarang membagikan konten bersifat pribadi sekarang.

Menurunnya konten bersifat pribadi di Facebook merupakan pengingat bahwa meski saat ini Facebook menguasai pasar media sosial, masa depannya belum tentu terjamin.

Semakin canggih sebuah platform, maka semakin berat pula beban mereka untuk memastikan privasi platform tersebut tetap terjaga.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time