HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mata Uang Rupiah Diharapkan Agar Terus Menguat

3

HARIANACEH.co.id – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS atau USD mampu berbalik menguat setelah merespons rilis Bank Indonesia (BI) terkait cadangan devisa yang menunjukkan adanya peningkatan. Di mana posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2016 tercatat sebesar USD107,5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2016 sebesar USD104,5 miliar.

Peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, terutama berasal dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah dan lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang jauh melampaui kebutuhan devisa antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Di sisi lain, rilis menurunnya cadangan minyak AS membuat harga kontrak minyak mentah dunia dapat kembali mengalami kenaikan. Tentu saja kondisi tersebut berimbas pada laju pasar saham dan komoditas global dapat kembali mengalami rebound,” ungkap Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, ‎dalam keterangan risetnya, Jumat (8/4/2016).

S‎elain itu, sebut Reza, pelaku pasar juga melihat hasil Rapat FOMC di minggu ini yang bernada dovish turut membuat USD kembali melemah. Pelemahan mata uang negeri Paman Sam ini juga diikuti oleh melemahnya Yen akibat aksi ambil untung pascapenguatan signifikan Yen. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan rupiah, sehingga mampu kembali menguat.

Sebelumnya disampaikan, rupiah diharapkan dapat kembali menahan pelemahan agar tidak membentuk tren pelemahan jangka pendeknya. Selain itu, dengan kecenderungan hasil FOMC yang masih terlihat dovish dan berkurangnya kenaikan signifikan Yen, maka dapat membuat Rupiah berpeluang kembali mengalami rebound meski masih terbatas.

“Semoga harapan akan tertahannya pelemahan rupiah dapat terwujudka, di mana rupiah cenderung mampu mengalami penguatan. Diharapkan kondisi ini dapat kembali terjadi untuk melanjutkan penguatannya. Tetap cermati sentimen yang datang ke rupiah. Level support rupiah pada Rp13.240 per USD dan resisten Rp13.143 per USD,” pungkas Reza.

loading...