HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Partai Gerindra Dihadang Jalan Terjal Jelang Pilkada DKI 2017

9

HARIANACEH.co.id – Jalan terjal harus dihadapi Partai Gerindra jelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Isu tak sedap tengah menerpa partai yang diketuai Prabowo Subianto itu.

Salah satu isi tidak sedap itu yakni, kasus suap yang membelit seorang kader mereka, Mohamad Sanusi. Sanusi yang sempat duduk sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI itu kini malah duduk di kursi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sanusi dijadikan tersangka penerima suap dalam kasus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) soal reklamasi dan zonasi. Dua raperda itu yakni; Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) DKI Jakarta dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Padahal, Sanusi merupakan salah satu kader Gerindra yang jauh-jauh hari diramalkan bakal maju sebagai bakal calon gubernur DKI. Sosok Bang Uci, panggilan Sanusi, bahkan dianggap bisa menyaingi sosok Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan gubernur petahana.

Partai mengambil sikap tegas. Sanusi dicoret sebagai bakal cagub DKI setelah yang bersangkutan juga mengumumkan pengunduran dirinya dari partai.

Kasus suap Raperda yang menyeret Sanusi dinilai tidak akan berdampak besar. Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, yakin elektabilitas Gerindra tidak akan turun.

“Jalan terus, kan calonnya banyak, bukan cuma Sanusi. Insya Allah tidak turun (elektabilitas). Kami ada caranya sendiri. Saya yakin yang dicalonkan Gerindra menang,” tegas Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Kakak kandung Sanusi itu juga tidak memusingkan siapa pengganti sosok Sanusi. Saat ini, Gerindra juga masih menggodok nama-nama lain. Apalagi, dalam mekanisme partai, sekarang Gerindra masih dalam tahap proses penjaringan.

Dari proses penjaringan bakal cagub DKI Gerindra muncul sejumlah nama. Dua di antaranya yakni Yusril Ihza Mahendra dan Sandiaga Uno.

Sayangnya, nama terakhir yang disebut juga tersandung masalah. Nama Sandiaga tercantum dalam bocoran dokumen firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca atau Panama Papers.

Menanggapi isu tersebut, Taufik juga tidak ambil pusing. Ia yakin, terpatrinya nama Sandiaga dalam Panama Papers, bukan berarti mantan direktur utama PT Saratoga Investama itu bersalah.

“Panama Papers salah apa tidak gitu loh, pertanyaannya. Masa, karena masuk Panama Papers, terus anda bilang langsung salah,” tukasnya.

loading...