HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pengambilan Untung dari Pajak Perusahaan Luar Negeri Diakui PM Inggris

8

HARIANACEH.co.id – Perdana Menteri Inggris David Cameron turut terbawa dalam kisruh bocoran dokumen Panama Papers. Namun Cameron mengaku ambil untung dari perusahaan yang dibentuk ayahnya di luar negeri.

Cameron mengaku bahwa saham dari perusahaan yang dibentuk ayahnya itu sudah dijualnya pada 2010. Penjualan dilakukan sebelum dirinya diangkat menjadi Perdana Menteri Inggris.

“Kami memiliki 5.000 unit (saham) di Blairmore Investment Trust. Semuanya sudah dijual pada Januari 2010. Nilainya saat itu mencapai 30 ribu poundsterling,” ujar Cameron kepadaITV, Jumat (8/4/2016).

Menurut politisi Partai Konservatif itu antara 1997 hingga 2010, bersama istrinya, Samantha memiliki saham di perusahan bentukan Ian Cameron tersebut.

“Saya menjual (bagian saham) pada 2010 karena ingin menjadi perdana menteri. Saya tidak ingin siapa pun mengira, saya memiliki agenda ataupun kepentingan lain,” tegasnya.

Cameron kemudian menambahkan bahwa saham miliknya dijual sebelum Januari 2010. Dia pun menegaskan bahwa sudah membayar pajak penghasilan. Di tahun yang sama, perusahaan luar negari dari keluarga Cameron pun sudah pindah ke Irlandia.

“Pajak penghasilan sudah saya bayar. Ada keuntungan dari situ, tetapi jumlahnya tidak lebih kecil dari pajak yang seharusnya diatur untuk dibayar oleh pemerintah. Tetapi semuanya sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku di Inggris,” tutur Cameron.

“Saya ingin semuanya jelas tentang masa lalu, masa kini dan untuk masa depan,” imbuhnya.

Panama Papers adalah kumpulan 11,5 juta dokumen berukuran hingga 2,6 terabyte yang didapatkan seorang sumber anonim dari firma hukum Mossack Fonseca. Panama Papers kemudian disebarkan ke berbagai media dunia oleh organisasi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) pada 3 April.

Sekitar 72 kepala negara dan mantan kepala negara disebutkan dalam bocoran dokumen tersebut. Akibat bocoran ini, Perdana Menteri Islandia mengundurkan diri setelah mendapatkan tekanan dari warganya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat