HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Prancis Diharapkan Pemerintah Indonesia Ikut Bangun Kereta Api

5

HARIANACEH.co.id – Investasi di berbagai sektor tengah dibuka oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya, investasi pembangunan kereta api yang rencananya akan dibangun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan pihaknya berharap Prancis mau bekerja sama membangun infrastruktur kereta api di Indonesia. Pasalnya, menurut Sofyan, Negara Mode itu sangat maju di sektor infrastruktur kereta api.

“Mereka itu kemampuan utamanya di infrastruktur kereta api. Saya bilang silahkan karena kita akan bangun infrastruktur kereta di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Lalu, di kota besar kita juga akan butuh LRT (light rail transit). Jadi silakan datang ke Indonesia,” ujar Sofyan saat menyambut kedatangan Delegasi Perancis saat bertandang ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Kendati demikian, Sofyan menilai pihaknya tidak akan menggiring Perancis untuk hanya berpaku pada investasi di sektor kereta api. Dia hanya berharap pihak Prancis mau membantu Indonesia di sektor kereta api karena kemajuannya di sektor itu.

“Kita enggak pernah mengarahkan, tetapi kita akan lihat mana yang paling visible. Kalau semakin banyak pemain, akan semakin baik persaingan dan dari segi pembiayaannya, kita bisa lihat mana pembiayaan yang paling baik dan berkualitas,” paparnya.

Mantan Menko Perekonomian itu menandaskan banyak perusahaan asal Prancis yang sebelumnya belum pernah berinvestasi di Indonesia hadir dalam pertemuan bilateral tersebut. Saat ini, kata dia, sudah ada ratusan perusahaan Prancis yang sudah berinvestasi di Tanah Air.

Namun, Sofyan mengatakan belum ada nilai komitmen investasi yang diutarakan Perancis. Pihak Perancis, kata dia, masih akan menjajaki peluang kerja sama hingga ke lapangan dan kemungkinan mencari investor lokal.

“Kalau pendanaannya, tadi mereka bilang akan berasal dari Prancis. Akan dibiayai oleh lembaga pembiayaan Prancis,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Muda Urusan Perdagangan Luar Negeri, Promosi Pariwisata dan Warga Prancis di Luar Negeri Matthias Feki berharap perluasan kerja sama Indonesia-Perancis bisa mulai dilakukan pada tahun depan. Saat ini, dia menyebut sebanyak 160 perusahaan yang ada di Tanah Air dan sudah menciptakan 40 ribu lapangan pekerjaan.

Feki menilai pihaknya ingin memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor infrastruktur, energi baru dan terbarukan, pariwisata, farmasi, dan transportasi.

“Pagi ini kita malah sudah tanda tangan kerja sama terkait pelatihan dan keamanan airline. Kita harap tahun depan kerja sama Indonesia-Prancis semakin banyak,” imbuhnya.

loading...