HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rumah Sanusi di Cipete Digeledah KPK

4

HARIANACEH.co.id – Rumah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi di Cepete, Jakarta Selatan, digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi. Penggeledahan itu dalam rangka penyidikan kasus dugaan suap terkait rancangan peraturan daerah soal reklamasi Teluk Jakarta.

“Sore hari ini untuk kepentingan penyidikan, penyidik menggeledahan rumah MSN di Cipete, Jakarta Selatan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/4/2016).

Menurut Priharsa, rumah Sanusi digeledah sejak pukul 16.00 WIB dan masih berlangsung hingga saat ini. Belum diketahui apa hasil penyitaan tersebut.

“Tujuannya untuk menemukan barang bukti terkait perkara dugaan suap,” jelas dia.

Ini bukan kali pertama KPK menjalankan penggeledahan dalam kasus ini. KPK juga sempat mengobok-obok ruang kerja Sanusi, Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik, serta Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Sanusi, Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, sebagai tersangka. Hal ini merupakan hasil tangkap tangan pada Kamis, 31 Maret 2016.

Lembaga antikorupsi mengamankan uang sebesar Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini disebut telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL. Namun uang itu sudah digunakan hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Duit itu terkait pembahasan raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, uang terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

KPK juga mencegah bepergian keluar terhadap beberapa saksi. Di antaranya Sunny Tanuwidjaja, penasihat politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Chairman PT Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat