HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Surat Pengunduran Diri Sanusi Belum Diterima Fraksi Gerindra

11

HARIANACEH.co.id – Fraksi Gerindra DPRD DKI belum menerima surat pengunduran diri Mohamad Sanusi sebagai anggota dewan. Fraksi akan melakukan rapat dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI untuk membicarakan penggantian Sanusi setelah surat diterima.

“Surat pengunduran diri belum saya terima,” kata Ketua Fraksi Gerindra Abdul Ghoni kepada Metrotvnews.com, Jumat (8/4/2016).

Ghoni mnegatakan, pengunduran diri harus dilakukan secara tertulis. Pihaknya masih menunggu surat resmi dari Sanusi.

“Katanya sudah buat (surat pengunduran diri), masih menunggu. Kalau dia bilang sudah mengundurkan diri enggak bisa diproses, harus tertulis. Apakah mengundurkan diri sebagai anggota (Gerindra) atau dewan, belum tahu,” kata Abdul.

Abdul menjelaskan, setelah menerima surat pengunduran diri Sanusi, fraksi akan membicarakan itu dengan DPP dan DPD Gerindra DKI.

“(Penggantinya) sesuai daerah pemilihan dia (Sanusi) di Jakarta Timur. Nomor suara yang di bawah dia siapa, saya belum hafal,” ujar Abdul.

Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi mengundurkan diri dari keanggotaan di DPRD DKI Jakarta pada Kamis 7 April. Surat itu disampaikan melalui tim kuasa hukumnya, Krisna Murti, kepada Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi. Selain menyerahkan surat pengunduran diri, Krisna juga menyerahkan mobil dinas Toyota Altis.

Surat Pengunduran Diri Mohamad Sanusi

Berikut isi surat pengunduran diri Sanusi:

Sehubungan dengan telah diterimanya pengunduran diri saya dari keanggotaan Partai Gerindra pada 2 April 2016 lalu dan untuk memfokuskan diri pada proses hukum yang tengah berjalan, maka bersama ini saya menyatakan berhenti sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Periode 2014-2019.

Terhitung mulai 7 April 2016, segala fasilitas, termasuk gaji dan tunjangan lainnya, sebagai anggota DPRD tidak akan lagi saya terima dan saya gunakan. Fasilitas mobil dinas pun saya kembalikan bersamaan disampaikannya surat ini. Demikian surat ini saya sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

KPK mencokok Sanusi dan karyawan PT APL Trinanda Prihantoro pada Kamis malam, 31 Maret 2016 dalam kasus dugaan korupsi pembahasan dua raperda terkait reklamasi Teluk Jakarta.‎

Lembaga antikorupsi menyita uang Rp1,140 miliar yang diduga suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini diketahui menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL, namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar. Uang diduga sebagai suap terkait pembahasan rancangan peraturan daerah

Sementara, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja yang juga tersangkut kasus ini menyerahkan diri ke KPK pada Jumat malam 1 April.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat