HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Twitter Berikan Cuti Melahirkan Hingga 20 Minggu

16

HARIANACEH.co.id – Mengikuti jejak Facebook, Twitter kini juga menawarkan cuti melahirkan dengan durasi yang sama untuk perempuan maupun laki-laki. Ketetapan baru ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 Mei mendatang.

Kepada Fortune Twitter menjelaskan bahwa alasan mereka mengambil langkah ini adalah untuk menjadi contoh bagi perusahaan lain. Selain itu, mereka juga ingin memastikan, orang yang baru saja memiliki anak dapat menghabiskan waktu bersama anak mereka yang baru lahir.

“Kami bekerja di industri yang sangat diperhatikan oleh masyarakat karena produk dan layanan yang kami tawarkan,” kata VP of Inclusion and Diversity, Jeffrey Siminoff. “Kami ingin memberikan contoh dan dengan melakukan hal ini, kami dapat mempengaruhi keputusan perusahaan lain.”

Seperti yang disebutkan oleh Engadget, sebelum ini, Twitter telah menawarkan cuti melahirkan selama 20 minggu untuk para ibu. Namun, Twitter hanya memberikan cuti melahirkan kepada para bapak selama 10 hari.

Dengan membuat peraturan untuk menyamakan cuti yang didapat oleh orangtua, Twitter berusaha untuk memastikan bahwa orangtua, terutama para ayah, tidak merasa tertekan untuk terus bekerja setelah istrinya melahirkan atau jika dia dan pasangannya memutuskan untuk mengadopsi anak.

Untuk mengurangi dampak akibat cutinya seseorang di tim, maka Twitter menjelaskan pada para manager mengapa cuti ini penting dan bagaimana cara untuk mengatasi beban kerja tambahan dan masalah lain yang mungkin timbul.

“Edukasi itu penting,” kata Director of Compensation and Benefits Laura Brady.

Twitter berencana untuk meningkatkan jumlah pekerja wanita mereka menjadi 35 persen di tahun 2016, naik satu persen. Memberikan cuti melahirkan yang lebih panjang mungkin dapat membantu mereka mencapai target mereka.

Twitter memiliki persentase pekerja wanita yang lebih tinggi dari Facebook (32 persen) dan Google (30 persen). Namun, sama seperti perusahaan teknologi lainnya, Twitter masih harus mendorong jumlah total pekerja wanita di industri teknologi, terutama untuk menjabat sebagai seorang eksekutif.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat