HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jelang Pilkada 2017, Antara Jalur Partai dan Jalur Independen

7

Oleh: Muhammad Husaini Dani[1]

Muhammad Husaini Dani
Muhammad Husaini Dani

HARIANACEH.co.id – Sejumlah daerah di Indonesia baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, telah melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Desember 2015 yang lalu. Namun di Provinsi Aceh, Pilkada serentak baru bisa dilakukan pada semester kedua atau tahun 2017.

Panggung Politik Aceh semakin hangat menjelang Pilkada 2017, Empat tokoh Aceh yang lama sudah digadang-gadangkan sebagai kandidat semakin kuat ambisinya untuk bertarung menuju aceh 1, yaitu Muzakir Manaf, Irwandi Yusuf, Tarmizi A Karim, dan juga Zakaria Saman. Kini sang Gebunur Aceh yang masih menjabat yaitu Zaini Abdullah pun juga menyatakan dirinya ingin kembali bersaing dibursa calon gubernur untuk periode kedua kalinya melalui jalur independen.

Berbicara mengenai pilkada serentak yang akan dilakukan di provinsi aceh pada tahun 2017 ini sudah mulai berkembang pada februari tahun 2016 .Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2015, tahapan menjelang pilkada dimulai satu tahun sebelum pelaksanaannya. Artinya Februari 2016, tahapan Pilkada di Aceh sudah dimulai., bahkan banyak sejumlah partai nasional maupun partai local dari provinsi aceh sudah mempersiapkan calon-calon kader nya untuk maju dalam pilkada yang akan dilakukan provinsi aceh pada tahun 2017 nanti. Nah yang menariknya didalam pilkada seseorang diperbolehkan maju melalui jalur partai maupun independen untuk menjadi calon-calon gubernur, bupati maupun walikota dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) provinsi aceh. Hal ini sesuai dengan putusan MK yang menyatakan bahwa calon independen kini dapat mengikuti proses Pilkada serentak yang dilakukan provinsi aceh pada tahun 2017 mendatang.

Syarat dukungan bagi calon perseorangan atau independen yang akan maju sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah di Aceh persentasenya tetap 3%, tidak 8,5% atau lebih, sesuai dengan peraturan terbaru tentang pilkada yang berlaku secara nasional.

Jika ada calon gubernur/wakil gubernur yang berminat maju lewat jalur perseorangan atau independen, maka mereka cukup merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA) saja. Hitung-hitungannya, jika saat ini jumlah penduduk Aceh sekitar 5,7 juta jiwa, maka pasangan calon (paslon) cukup mengumpulkan KTP dari penduduk yang sudah berhak memilih sekitar 171.000 lembar. Ditambah lagi 10% dari jumlah tersebut sebagai cadangan. Sehingga nantinya calon-calon gubernur, bupati, maupun walikota dapat memilih dua jalur yakni melalui parpol dan juga melalui jalur independen untuk maju dalam Pemilihan Kepada Daerah (PILKADA) serentak yang akan digelar tahun 2017.

Pro-kontra mengenai jalur maju nya calon Gubernur, bupati maupun walikota sudah menjadi perbincangan hangat, sebagian masyarakat yang pro terhadap jalur partai menilai akan lebih tepat bila seseorang tersebut mencalonkan diri melalui partai politik karena pada dasarnya Indonesia merupakan negara demokrasi dimana partai politik itu sangat berguna sebagai wadah yang menampung orang-orang tertentu yang ingin maju dan bersaing mencalonkan diri menjadi Gubernur, bupati dan walikota. Nah bagi sebagian masyarakat yang kontra terhadap jalur partai politik berpendapat bahwa bila seseorang yang maju melalui partai politik sering mendapat tekanan dari partai politik yang mencalonkan nya tersebut termasuk dalam hal mengambil kebijakan ketika telah menjabat sebagai gubernur, bupati dan walikota nantinya, kemudian akan selalu berpihak kepada partai yang mengusungnya ketika pilkada tersebut berlangsung, karena pada dasarnya partai politik akan selalu mencari keuntungan nya dalam investasi politik yang dibuat dan juga masyarakat masa kini tengah berada dalam krisis kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Begitu juga yang pro terhadap Jalur independen menganggap bahwa jalur independen dinilai sebagai jalur yang netral dan juga jalur independen lebih mewakili semua golongan tanpa ada keberpihakan pada partai tertentu. Namun disisi lain yang kontra terhadapan jalur independen beranggapan bahwa jalur independen merupakan sebuah upaya untuk mendeparpolisasikan partai politik, kemudian jalur independen hanya akan mempersulit diri saja dalam mencalonkan diri sebagai calon gubernur, bupati maupun walikota bila melihat syarat-syarat yang terdapat dalam undang-undang tentang pemilu untuk maju sebagai kandidat calon independen, akan lebih gampang/simple bila seseorang yang ingin maju dalam pilkada serentak nantinya melalui jalur partai politik karena tidak harus mengumpulkan ktp dan lain sebagainya.

Kemudian berbicara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar di Provinsi aceh pada tahun 2017 nantinya merupakan hal yang menarik untuk dicermati. Terlepas daripada jalur mana yang akan dipilih oleh orang-orang yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 nantinya, tentu kita dapat melihat pengalaman pilkada pada tahun 2012 yang lalu di provinsi aceh. Karena jika melihat pengalaman yang ada ketika pemilu pada tahun 2012 itu sangat memprihatinkan, berbagai fenomena yang terjadi akibat dari partai-partai local yang saling bersaing secara anarkis terjadi ketika menjelang pemilu menjadi pil pahit dalam ingatan kita, disini kita sangat berharap semoga saja tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan dan kita harapkan menjelang pilkada serentak 2017 nantinya.

Kemudian jika pada pemilu yang digelar pada tahun 2012 yang menonjol hanyalah 2 partai local yang saling bersaing untuk mendapatkan jabatan dalam pemerintahan Aceh, akan sangat berbeda dengan yang akan terjadi pada pilkada serentak tahun 2017 nantinya, karena sudah ada beberapa pesaing yang punya kekuatan seimbang sehingga menyebabkan partai local harus sangat berhati-hati. Berbagai partai nasional yang ada sangat antusias keinginannya untuk ikut serta dalam pilkada serentak 2017 dan sangat antusias untuk meraih target kemenagan pada pilkada serentak 2017 nantinya. Ini terlihat dari fakta yang ada bahwa partai-partai nasional saat ini sedang mempersiapkan kader-kader nya untuk maju bertarung dalam pilkada serentak yang digelar 2017 nantinya, berbagai partai-partai nasional sedang membuka pendaftaran untuk masyarakat-masyarakat yang ingin maju dalam pilkada serentak 2017. Tidak hanya dari jalur partai yang antusias terhadap pilkada serentak 2017 nanti tetapi yang maju dari jalur independen juga tengah berusaha mencari dukungan penuh dari berbagai kalangan masyarakat agar dapat memenuhi syarat-syarat yang terdapat di dalam undang-undang pemilu sebagai calon independen dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017.

Kita juga sangat berharap semoga saja nantinya yang maju sebagai calon-calon gubernur, bupati dan walikota pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 nantinya benar-benar orang yang mempunyai elektabilitas yang tinggi dan juga intelektual yang hebat dalam membangun provinsi aceh menjadi lebih baik kedepannya dan juga sejahtera dari segi manapun, sehingga tidak hanya dengan mengumbar-mengumbar janji palsu ketika masa kampanye nantinya akan tetapi harus juga punya kerja nyata ketika sedang menjabat sebagai gubernur, bupati dan walikota nantinya.

Kemudian peran masyarakat juga sangat penting dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 nantinya, peran penting dari masyarakat sangat berguna dalam mensukseskan pilkada serentak 2017 nantinya. Satu suara dari masyarakat menentukan bagaimana aceh kedepan nya, maka dari itu saya sangat berharap kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan hak suara nya untuk memilih, kemudian kenali lebih dalam lagi yang menjadi calon-calon gubernur , bupati, maupun walikota pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 nantinya, pilihlah pasangan calon gubernur, bupati maupun walikota yang benar-benar punya elektabilitas yang tinggi dan intelektual yang hebat karena akan sangat membantu dalam mewujudkan kesejahteraan aceh kedepannya. Bila masyarakat salah dalam memilih maka masyarakat juga yang akan merasakan akibat dari kesalahan dalam memilih calon-calon gubernur, bupati maupun walikota nantinya.

Ini sangat menarik untuk dicermati dan yang menjadi pertanyaan besar apa yang akan terjadi pada pilkada serentak 2017 nantinya? Siapa calon terkuat yang dapat memenangkan pilkada serentak 2017 nantinya? Apakah itu calon dari jalur partai ataukah sebaliknya orang-orang yang mencalonkan dari jalur independen pula lah yang memenangkan pilkada 2017 serentak nantinya? Apakah masih partai local kah yang masih berkuasa dalam pemerintahan aceh atau partai nasional kah yang menggantikan kekuasaan nantinya?

Semuanya akan terjawab ketika pergelaran pilkada serentak nantinya berlangsung dan memunculkan satu pemenang yang menjadi orang nomor satu di provinsi aceh dalam membangun aceh ini. Dan sekali lagi kita sebagai masyarakat aceh sangat berharap kepada siapapun nantinya yang memenangkan pilkada serentak 2017 , benar-benar punya fakta kerja nyata dalam membangun aceh menjadi lebih baik serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat aceh kedepannya , serta tidak hanya duduk manis berdiam diri dan menikmati gaji buta semata.


CATATAN KAKI:
  1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala
loading...