HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Korea Utara Mengklaim Telah Berhasil Uji Mesin Roket Jarak Jauh

4

HARIANACEH.co.id – Pihak Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil melakukan uji coba mesin rudal balistik jarak jauh. Rudal itu dikabarkan mampu menggapai Amerika Serikat (AS).

Jika benar, ini akan menjadi langkah besar bagi program nuklir Korut. Namun Korut masih membutuhkan pekerjaan banyak sebelum rudal itu bisa menyentuh AS dengan hulu ledak nuklirnya.

Sementara pihak Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korut belum memiliki rudal balistik interkontinental yang memadai. Apalagi jika rudal itu dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Adapun uji coba itu diumumkan oleh kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Uji coba tentunya menambahkan rangkaian tindakan provokasi Korut, setelah sebelumnya meluncurkan roket jarak jauh dan melakukan uji coba nuklir yang tentunya melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korut juga mengancam untuk melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat (AS) dan Korsel, sebagai bentuk bela diri. Mereka bahkan dengan sengaja melepaskan tembakan rudah jarak pendek dan artileri ke laut, sebagai bentuk respons latihan perang yang dilakukan oleh militer AS dan Korsel.

Beberapa pengamat menilai sikap dari pemimpin Korut Kim Jong-Un yang memerintahkan berbagai uji coba ini, dikaitkan dengan kongres partai yang akan berlangsung pada Mei mendatang.

Sedangkan KCNA menyebutkan bahwa Jong-Un senang dengan kesuksesan uji coba mesin rudal itu. Mereka menyebutkan mesin roket yang memiliki kekuatan besar, mengeluarkan api dan suara yang memekakan telinga saat diuji di Sohae Space Center.

“Korut kini bisa meluncurkan rudal balistik dengan hulu ledak nuklir lebih kuat ke arah AS. Rudal ini bisa membuat mereka menjadi debut hingga mereka tidak selamat di planet ini,” ujar Kim Jong-Un, seperti diutarakan KCNA, yang dikutip Daily Telegraph, Sabtu (9/4/2016).

Korut dianggap terus mengembangkan senjata nuklir dan program rudal balistiknya. Namun klaim keberhasilan uji coba rudal dan nuklir kerap diragukan oleh Korsel ataupun ahli yang lain.

loading...