HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mohamad Taufik Bantah Telah Menerima Gratifikasi

6

HARIANACEH.co.id – Isu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kian panas setelah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi ditangkap. Tak sampai disitu, dikabarkan sebanyak 17 orang menerima gratifikasi dari perusahaan pengembang, PT Agung Podomoro Landa dan Agung Sedayu.

17 daftar nama itu pun menyeret beberapa petinggi dan anggota DPRD DKI Jakarta. Salah satunya, Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.

“Saya enggak tahu siapa yang jalan-jalan. Siapa yang dapat alphard. Enggak tahu soal itu,” kata Taufik di Gedung KPK, jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/4/2016).

Taufik juga menyangkal telah menerima uang Rp5 miliar dari Sanusi. Tak hanya itu, pria yang mengenakan kacamata itu pun tegas membantah menerima uang dari Bos Agung Sedayu, Sugianto Kusuma.

“Saya enggak pernah terima uang dari mana-mana,” jelas Taufik.

Dalam kasus raperda reklamasi ini, KPK menjerat Sanusi, Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, sebagai tersangka. Hal ini merupakan hasil tangkap tangan pada Kamis, 31 Maret 2016 lalu.

Lembaga Antikorupsi menyita uang Rp1,140 miliar yang diduga merupakan suap untuk Sanusi. Politikus Gerindra ini disebut telah menerima sekitar Rp2 miliar dari PT APL namun uang itu sudah digunakannya hingga hanya bersisa Rp1,140 miliar.

Fulus itu terkait pembahasan raperda tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035. Selain itu, uang terkait raperda tentang rencana kawasan tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time