HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Romahurmuziy Akan Dipolisikan Djan Faridz

3

HARIANACEH.co.id – Politikus PPP Djan Faridz ogah berusan dengan kepengurusan hasil Muktamar VIII. Ia bahkan berencana memperkarakan Romahurmuziy yang terpilih sebagai ketua umum PPP dalam muktamar islah, kemarin.

Djan berkeras Mukmatar VIII yang digelar di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur itu berjalan di luar aturan. Ia tak akan tinggal diam.

“Mungkin laporan ke polisi. Karena melakukan kegiatan dengan memalsukan nama PPP, tanpa hak (menggelar Muktamar VIII),” kata Djan ketika dihubungi, Senin (11/4/2016).

Meski melaporkan Rommy secara perorangan, Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta ini tak akan menggugat muktamar dalam bentuk acaranya. Ia yakin, putusan Mahkamah Agung Nomor 601 lah yang sah.

“Negara kita negara hukum. Setiap pelanggaran ada sanksinya. Tidak perlu digugat, karena batal demi hukum mengingat sudah ada putusan MA,” jelas dia.

Djan yang terlanjur kesal juga berkomitmen tak akan bergabung dengan kepengurusan partai di bawah pimpinan Rommy. Ia tak mau salah langkah.

“Suatu kesalahan yang luar biasa besarnya kalau saya bergabung bersama mereka untuk melawan keputusan MA 601,” kata Djan melalui pesan singkat, Senin (11/4/2016).

Keputusan MA yang diterbitkan akhir 2015 menyebut susunan kepengurusan PPP Muktamar VIII yang digelar kubu Djan di Jakarta pada 30 Oktober hingga 2 November 2014 lah yang sah. Sementara itu, susunan kepengurusan hasil Muktamar VIII PPP kubu Rommy di Surabaya pada 15 – 18 Oktober 2014 dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum dengan segala akibat hukumnya.

Di tengah kisruh, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Halomongan Laoly mengesahkan kembali PPP hasil Mukhtamar Bandung. Usia kepengurusan PPP ini hanya berlaku enam bulan.

Hasil Mukhtamar Bandung 2011  menetapkan Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum dan Romahurmuziy sebagai Sekretaris Jenderal. Ini lah yang menjadi dasar dilaksanakannya Muktamar VIII PPP yang dibuka Presiden Joko Widodo, Jumat 8 April 2016.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat