HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

1948: Marcello Lippi, Lahirnya Sang Pelatih Legendaris Italia

3

HARIANACEH.co.id – Tepat pada hari ini 68 tahun silam, lahir seorang anak di kota Viareggio, Tuscany Utara, Italia. Ia dinamai Marcello Lippi yang kini menjadi salah satu pelatih legendaris yang dimiliki Italia.

Selama ini kita mengenal Lippi dengan kesuksesannya sebagai pelatih. Tapi sedikit yang tahu dengan kariernya sebagai pemain.

Lippi memulai karier profesionalnya sebagai pemain dengan membela Sampdoria pada periode 1969 hingga 1979. Namun selama semusim, Lippi sempat dipinjamkan ke Savona. Meski demikian, Lippi yang berposisi sebagai bek telah membela Il Samp sebanyak 274 kali dan mencetak lima gol.

Masuk ke tahun 1979, Lippi pindah ke Pistoiese yang saat itu berada di Serie-A, tapi harus terdegradasi pada akhir musim 1980–1981. Meski demikian, ia tetap membela Pistoiese selama semusim di Serie B, sebelum akhirnya pensiun sebagai pemain pada 1982.

Pria yang kerap menggunakan kaca mata ini kembali ke Sampdoria untuk menukangi tim muda. Di sini karier Lippi sebagai pelatih dimulai, dan selama satu dekade telah delapan klub yang ditukanginya, termasuk Napoli.

Karier Lippi sebagai pelatih kian matang ketika melatih Juventus. Pada musim perdananya di Turin, Juve berhasil dibawanya meraih double winner (meraih gelar liga dan Coppa Italia). Lippi nyaris membawa Bianconeri meraih treble andai tak kalah dari Parma di final Piala UEFA.

Gelar demi gelar dia koleksi bersama klub berjuluk The Old Lady itu. Termasuk gelar Liga Champions pada 1996 dan meraih scudetto dalam dua musim beruntun, 1997 dan 1998.

Pada 1999 Lippi coba peruntungannya untuk melatih Inter. Namun hanya kegagalan yang dia dapatkan selama melatih dalam kurun waktu dua musim di Giuseppe Meazza. Tidak cocok bersama Inter, Lippi kembali ke Turin pada 2001 dan menghasilkan dua gelar scudetto pada dua musim pertamanya.

Puncak karier pelatih Lippi didapat saat menukangi timnas Italia pada 2006. Momen itu dianggap paling tak terlupakan karena Azzurri berhasil meraih juara di Jerman usai mengalahkan Prancis lewat drama adu penalti. Sehabis itu, Lippi menyatakan mundur.

Tapi pada 2008 jasanya dibutuhkan federasi sepak bola Italia untuk menggantikan Roberto Donadoni yang gagal di Piala Eropa 2008. Berharap tuah Lippi pada 2006 kembali terulang, namun Italia gagal mempertahankan juara, bahkan tak bisa lolos dari penyisihan grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Di pengujung kariernya, Lippi kembali melatih klub. Tapi bukan klub di Eropa, melainkan di Tiongkok, Guangzhou Evergrande. Selama dua musim di sana, Lippi pun menutup karier kepelatihannya dengan meraih tiga gelar liga, sekali Piala FA Tiongkok, dan juara Liga Champions Asia pada 2013. Buon Compleanno atau selamat ulang tahun, Lippi!

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time