HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Legislator DKI yang Terima Rp5 miliar Diancam Lulung Dipolisikan

6

HARIANACEH.co.id – Seorang sumber yang dikutip HARIANACEH.co.id dari Media Indonesia menyebut, ada anggota DPRD DKI Jakarta yang meminta uang Rp5 miliar per kepala untuk meloloskan beberapa pasal dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara.

Merespons hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung mengancam akan melaporkan anggota Dewan yang berani menerima uang Rp5 miliar ke polisi. “Itu siapa yang ngomong? (Anggota Dewan minta Rp5 miliar). Gini saja, kalau ada yang macem-macem gue laporin (polisi). Jangan sembunyi di balik kejahatan semua,” kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016).

Masih dari sumber Media Indonesia, anggota Dewan yang meminta uang itu kini ketakutan dan ingin mengembalikan uang tersebut. Lulung yakin, tidak ada anggota Dewan yang bakal mengaku soal isu tersebut. Di sisi lain, Lulung mengaku tidak tahu soal kebenaran raperda dan pasal yang bisa ditawar.

Dia malah menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait cara kerja Ahok yang tak ramah kepada masyarakat tapi sabar kepada pengusaha. “Mana ada mau ngaku (soal uang Rp5 miliar). Saya bilang kalau sama pengusaha mau negosiasi, kalau sama rakyat ngumpet. Sama pengusaha besar ngobrol asik. Kalau sama rakyat pakai tentara, buat gusur,” kata dia.

Seperti ditulis Media Indonesia, Senin 11 April, uang suap dua raperda itu mulai mengalir sejak tahun lalu. Aliran uang suap semakin deras setelah rapat pimpinan fraksi dengan Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI di lantai 10 Gedung DPRD DKI pada 16 Maret 2016.

Saat itu materi rapat seharusnya membahas paripurna pengesahan kedua Raperda yang dijadwalkan 17 Maret 2016. Lantaran paripurna pengesahan berlangsung keesokan harinya, rapat berubah menjadi arena dagang sapi.

“Ada anggota yang minta Rp5 miliar per kepala buat dia dan gerbongnya. Jika tidak dikabulkan, dia mengancam akan membatalkan pengesahan dalam rapat paripurna,” ujar sumber yang menolak disebutkan namanya, akhir pekan lalu.

loading...