HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Lima Tersangka Suap BPJS Subang Resmi Ditetapkan KPK

3

HARIANACEH.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana BPJS di Subang, Jawa Barat. Penetapan tersangka menyusul langkah tangkap tangan tiga tersangka, yakni Lenih Marliani (LM), Bupati Subang Ojang Sohandi (OJS), dan seorang Jaksa Deviyanti Rochaeni (DVR).

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, pihaknya lebih dulu melakukan gelar perkara sebelum memutuskan peningkatan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. “Dan menetapkan lima tersangka,” kata Agus dalam konferensi  pers di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Status tersangka disematkan kepada Lenih, Ojang, Deviyanti, Jajang Abdul Halid (JAH), dan Fahri Nurmalo (FN). Lenih, Jajang, dan Ojang disangkakan sebagai pemberi suap. Sementata itu, Deviyanti dan Fahri sebagai penerima suap.

Sesuai kronologis yang dijelaskan Agus, Lenih dan Devi ditangkap dalam OTT di Kejaksaan Tinggi Jabar, Senin 11 April. Lenih merupakan istri Jajang, terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana BPJS di Subang, Jabar. Kasus ini ditangani oleh Deviyanti selaku jaksa penuntut umum.

“Sekitar pukul 07.00 WIB, Senin 11 April terjadi penyerahan uang di ruang Deviyanti lantai 4 Kejati Jabar. Lalu, Lenih keluar Kejati menuju mobil, sekitar 720 meter saat masuk mobil yang bersangkutan diamankan di parkiran Kejati Jabar. Kemudian, Lenih ditangkap penyidik KPK di sekitaran Kejati Jabar,” jelas Agus.

Lenih kemudian dibawa penyidik ke ruangan Deviyanti di lantai 4 Kejati Jabar. Deviyanti beserta uang suap Rp 528 juta yang diduga diberikan Lenih dan baru saja diserahkan kepada Devi dimasukkan dalam ruangan tersebut.

“Diduga uang sejumlah Rp528 juta merupakan uang suap sbagaimana kesepakatan antara LM dan FN, FN adalah salah satu jaksa yang tadinya bertugas di Kejati Jabar, minggu sebelumnya dipindahkan ke (Kejati) Jateng,” ujar dia.

Fahri Nurmalo merupakan ketua tim Kejati Jabar yang menangani kasus dugaan korupsi BPJS di Subang. Tapi, Fahri dimutasi ke Kejati Jateng. Uang yang diberikan Lenih tersebut diduga berasal dari Ojang.

“Tujuannya pasti untuk meringankan tuntutan terhadap JAH terdakwa tipikor BPJS Subang 2014 dan mengamankan OJS agar tidak tersangkut kasus,” jelas dia.

Penyidik lalu menangkap Ojang dan ajudannya di Subang, Jawa Barat. Dari penangkapan itu, penyidik juga menemukan uang Rp385 juta di mobil Ojan.

Atas perbuatannya, KPK menyangkakan pemberi suap ini dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dan untuk OJS ditambahkan Pasal 12 B UU Tipikor.

Sedangkan untuk penerima suap, disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

loading...