HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Perempuan Muslim Cegah Teror Paris saat Beri Bocoran ke Polisi

4

HARIANACEH.co.id – Seorang perempuan Muslim berhasil mencegah ancaman serangan teror Paris, Prancis kedua. Perempuan itu memberitahu otak serangan dari teror Paris 2015.

Pada awalnya, perempuan ini tidak bersedia untuk berbicara kepada publik. Namun pada akhirnya dia bersedia, karena menurutnya penting bagi dunia sadar dia seorang Muslim.

Adapun serangan pada November 2015 lalu menewaskan 130 orang dan melukai ratusan lainnya. Kelompok militan Al Qaeda mengaku bertanggungjawab dalam kejadian ini.

Perempuan yang kini hidup dalam perlindungan polisi mengatakan, dirinya berteman dengan Hasna Aitboulahcen. Sosok Aitboulahcen diketahui sebagai sepupu dari otak serangan teror Paris, Abdelhamid Abaaoud.

Ketika sadar Abaaoud berencana untuk melakukan serangan kedua, dia sengaja membuat Aitboulahcen mabuk. Hal itu dilakukannya agar Aitboulahcen tidak melakukan aksi terornya.

Namun perempuan itu mengaku dirinya sudah seperti ibu bagi Aitboulahcen. Dia merasa bersalah bahwa perempuan itu tewas di tangan polisi.

“Sangat penting bahwa dunia tahu bahwa saya sendiri adalah seorang Muslim,” ujar perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, seperti dikutip The Washington Post, Selasa (12/4/2016).

“Penting bagi saya agar warga tahu bahwa apa yang dilakukan Abaaoud dan pelaku teror lainnya, apa yang mereka lakukan tidak diajarkan dalam Islam,” tegasnya.

Aitboulahcen tinggal bersama perempuan itu selama tiga tahun, tetapi terjerembab dalam ketergantungan narkoba dan alkohol. Menurutnya Aitboulahcen kerap hilang selama beberapa minggu.

Sikapnya berubah saat mulai melakukan korespondensi dengan seseorang di Suriah,-yang diduga sebagai Abaaoud- dan mulai berbicara mengenai pernikahan yang diatur. Menurutnya, dia tidak menyadari keterlibatan Abaaoud dalam serangan Paris, hingga bertemu di hutan.

Kemudian Abaaoud mengatakan kepada Aitboulahcen untuk mencarikannya akomodasi dan membelikan pakaian. Diyakini semua keperluan itu akan digunakan untuk serangan Paris kedua di distrik usaha.

Abaaoud kemudian mengancam Aitboulahcen akan membunuhnya jika berbicara kepada orang lain. Itulah saat di mana perempuan membuat Aitboulahcen mabuk dengan sengaja. Keesokan harinya perempuan itu menelpon intelijen dan menjelaskan apa yang terjadi.

Polisi Prancis kemudian menggerebek apartemen di wilayah St.Denis, yang disewa oleh Aitboulahcen untuk Abaaoud. Aitboulahcen akhirnya terbunuh dengan rampi berisi bom di tubuhnya.

loading...