HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kuliah Umum “Deteksi Pencucian Uang dan Transaksi Keuangan Menjelang Pilkada di Indonesia”

4

Oleh: Agus Santoso S.H., LL.M[1. Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)]

HARIANACEH.co.id – Pada Kamis 14 April 2016, program studi Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh mengadakan Kuliah Umum di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Lantai III Universitas Syiah Kuala, kuliah umum ini akan membicarakan isu terkait dengan Revitalisasi Anggaran Negara, melihat bagaimana anggaran negara dioptimalkan, lalu juga sebagai proses awal penyelamatan anggaran negara dengan cara mendeteksi aliran keuangan negara secara dini.

Pilkada serentak di Indonesia juga menjadi asumsi dasar akan banyaknya aliran dana yang mencurigakan, dan tidak tertutup kemungkinan akan adanya tindak pidana pencucian uang oleh banyak aktor atau elit politik, terlebih jika melihat kondisi pra pilkada di Aceh yang semakin memanas.

Aceh sebagai daerah penerima otsus akan mengalami fase-fase dimana uang menjadi tolak ukur kemenangan elit di pilkada, ditambah pula dengan pernyataan komisioner KPK Basaria Pandjaitan, yang bahwa Aceh masuk dalam daerah pantauan khusus KPK (http://www.ajnn.net/news/awasi-korupsi-enam-anggota-kpk-ditugaskan-ke-aceh/index.html)

Dalam kuliah umum yang bertema “Deteksi Pencucian Uang dan Transaksi Keuangan Menjelang Pilakada di Indonesia” ini, dihadirkan wakil kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bapak Agus Santoso S.H., LL.M., yang akan memberikan gambaran realistis terkait isu transaksi keuangan yang mencurikagan menjelang pilkada di Indonesia.

Kuliah Umum dengan pemateri Agus Santoso yang merupakan alumni dari Faculteit  der  reschtswetenschap, Rijks Universiteit Leiden, Belanda Jurusan Public International Law, Master of Law (LL.M) tahun 1997 akan dipandu oleh Masrijal, M.A yang merupakan Kepala Centre for Peace and Conflict Resolution Studies (CPRS) Universitas Syiah Kuala. Kuliah umum ini bertujuan membangkitkan peran kampus dalam hal ini Program Studi Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala sebagai institusi netral yang secara analitik mampu mendeteksi money laundry sebagai usah pencegahan awal dari tindak pidana ini, lalu juga transaksi keuangan mencurigakan menjelang pilkada khususnya di Aceh.

Dalam kuliah umum ini diharapkan pula, program studi Ilmu Politik akan menjadi center of knowlegde dari studi-studi terkait politik anggaran di Aceh khususnya. Kemudian kepada civitas akademika, CSO, dan stake holder yang ditargetkan menjadi audiens dalam kuliah umum ini akan menjadi ujung tombak pencegahan awal dari tindak pidana terkait pencucian uang dan transaksi keuangan menjelang pilkada.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat