HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Maruli Hutagalung: Penetapan Nyalla Sebagai Tersangka Sudah Benar

2

HARIANACEH.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menilai adanya kejanggalan dalam proses praperadilan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim La Nyalla Mattalitti. Dia yakin pihaknya telah memiliki lebih dari dua alat bukti untuk menetapkan La Nyalla sebagai tersangka.

“Menurut kami penetapan tersangka sudah sesuai prosedur hukum, kami sudah memiliki lebih dari dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. Tapi, kami lihat di dalam praperadilan, dari hari pertama banyak kejanggalan,” kata Maruli seperti disitat HARIANACEH.co.id dari situs Metro TV, Selasa (12/4/2016).

Salah satu contohnya, sebut Maruli, ketika Kejati Jatim mengajukan saksi fakta atau penyidik tapi ditolak oleh hakim tunggal Ferdinandus.  Kemudian, tiga alat bukti yang diajukan Kejati Jatim juga tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim.

Maruli menyebut, hakim Ferdinandus bahkan sudah masuk dalam pembahasan materi perkara saat membuat putusan praperadilan. Hakim, menurut dia, telah mengambil kesimpulan tidak ada kerugian negara atau perbuatan melawan hukum dalam kasus La Nyalla.

“Bagaimana mungkin? Ini kan praperadilan, masih proses administrasi yang diperiksa, belum materi perkara, tidak bisa hakim ambil kesimpulan bahwa ini tidak ada kerugian negara,” tegas dia.

Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan gugatan praperadilan La Nyalla Mattalitti, tersangka dugaan korupsi pembelian saham initial public offering (IPO) Bank Jatim yang menggunakan dana hibah Kadin Jatim.

Hakim tunggal Ferdinandus mengabulkan gugatan La Nyalla dengan pertimbangan kasus dana hibah Kadin Jatim di tahun 2012 tidak berdasar asas hukum. Ini karena semua kerugian negara sudah dikembalikan oleh pemohon.

Selain itu, kata Ferdinandus, tidak ditemukan bukti baru dalam penanganan kasus yang dilakukan termohon. “Maka memutuskan gugatan praperadilan yang dilakukan pemohon yaitu La Nyalla Mahmud Mattalitti yang diwakilkan tim penasehat hukumnya, dikabulkan,” katanya.

Hakim menganggap surat perintah penyidikan Nomor Print-291/0.5/Fd.1/03/2016 dari termohon tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Karena itu, hakim menyatakan penetapan tersangka atas pemohon oleh termohon tidak sah. Menolak eksepsi termohon untuk seluruhnya.

Soemarso salah satu kuasa hukum La Nyalla Mattalitti mengaku senang mendengar keputusan hakim. Dia berharap Kejati Jatim mematuhi keputusan majelis hakim. “Semua itu sudah jelas, maka hormatilah putusan hakim. Bila tidak ada halangan La Nyalla juga akan segera muncul,” ujar Soemarso.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time