HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Akun Penyebar Situs Porno Dilaporkan Adhyaksa Dault ke Kapolri

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, melaporkan data situs dan akun media sosial yang menyebarkan konten pornografi ke Mabes Polri, Rabu 4 Mei. (Fauzan Hilal)
30

HARIANACEH.co.id – Resah atas maraknya kasus kekerasan seksual, terutama korban dan pelakunya yang masih di bawah umur, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, melaporkan data situs dan akun media sosial yang menyebarkan konten pornografi ke Mabes Polri, Rabu 4 Mei.

“Saya sedih saat mengetahui salam Osis, salam Pramuka, dan salam Batik bermuatan konten porno. Ada ribuan lagi konten porno di internet. Konten-konten porno ini setelah saya diskusikan dengan para pakar, ikut memicu kejahatan seksual seperti yang menimpa YY di Bengkulu,” kata Adhyaksa yang diterima langsung Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.  Menurutnya, Kapolri berjanji segera menindaklanjuti laporan itu. “Ini merupakan tanggung jawab kita bersama menjaga generasi aset kita. Rusak generasi, rusak kita hari ini, dan di masa yang akan datang,” kata mantan Menpora era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Data yang dipublikasikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak 2011 hingga 2014 jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online di Indonesia mencapai 1.022 anak.

Secara rinci disebutkan anak-anak yang menjadi korban pornografi online sebesar 28 persen, pornografi anak online 21 persen, prostitusi anak online 20 persen, objek CD porno 15 persen, serta anak korban kekerasan seksual online 11 persen.

“Jumlah itu diprediksi akan terus meningkat bila tidak ditanggulangi secara optimal. Pertumbuhan angka anak korban kejahatan online itu bertumbuh pesat seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di tanah air,” kata bakal calon gubernur DKI Jakarta ini.

Kwarnas Pramuka sudah melakukan sejumlah cara menanggulangi penyebaran konten pornografi. Di antaranya pada 13 April pihaknya menghubungi Google Indonesia terkait maraknya pornografi.

Namun Google Indonesia menyampaikan bahwa prosedur pengaduan harus lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika. Akhirnya Kwarnas Pramuka mengirimkan surat resmi ke Kemkominfo. Di hari yang sama Kemkominfo langsung mengirimkan pengaduan ke Google Indonesia.

Setelah melalui beberapa tahapan, pada 15 April pukul 03.00 WIB Google Indonesia menghapus link-link video itu. Sayangnya pada 15-19 April muncul kembali. “Akhirnya kami sepakat meminta bantuan Kapolri untuk menghapus data situs dan akun media sosial yang menyebarkan konten porno itu,” kata dia.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pornografi adalah musuh bersama. “Kita perlu terus gotong royong memberikan pendidikan internet sehat bagi masyarakat,” kata Badrodin.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat