HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kampung Luar Batang Haram Diinjak Ahok

10

HARIANACEH.co.id – Warga Luar Batang begitu berang dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. Mereka menilai, rencana revitalisasi Pelabuhan Sunda Kelapa yang akan dilakukan Pemprov DKI harus ditolak karena memakan sebagian tanah milik warga.

Bahkan, beredar kabar, blueprint rencana revitalisasi pelabuhan Sunda Kelapa menghancurkan seluruh rumah warga di Kampung Luar Batang. Hal ini yang memantik emosi warga. Mereka sudah siap melawan. Narti, 50, salah seorang warga Luar Batang mengaku sudah menyiapkan bebatuan sisa reruntuhan bangunan Kampung Pasar Ikan dan Akuarium. Batu itu, kata Minarti, untuk menyambit pejabat Pemprov DKI Jakarta.

“Haram Ahok injak Luar Batang. Saya sudah siap lempar kepala Ahok pakai batu reruntuhan bangunan warga Kampung Pasar Ikan. Jangan macam-macam deh,” kata Narti di Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (4/5/2016).

Luapan emosi juga dilontarkan Uddin, 45, warga lainnya yang meminta Ahok menghentikan rencana revitalisasi pelabuhan Sunda Kelapa. Uddin bilang, dia bersama warga lainnya akan membuat perlawanan. Mereka tidak takut walaupun Pemprov DKI membawa aparat keamanan dari Polisi dan TNI.

“Ahok, Warga Kampung Luar Batang jangan diganggu-ganggu. Bahaya ente (kamu),” ujar Uddin emosi.

Suasana di Kawasan Luar Batang.
Suasana di Kawasan Luar Batang.

Bentrokan antara warga dengan anggota Satpol PP pada Selesa, 3 Mei, masih menjadi topik yang masih hangat diperbincangkan warga. Di setiap persimpangan gang, mereka tampak serius berbincang soal bentrokan.

Aktivitas lokasi bentrokan yakni dekat pintu masuk Masjid Luar Batang tampak normal. Puluhan pengemis masih seperti biasa duduk di pinggiran pintu masuk masjid meminta sedekah dari para pengunjung. Beberapa petugas parkir tampak sibuk mengatur barisan sepeda motor dan mobil yang hendak parkir. Pengurus masjid juga terlihat lalu lalang di komplek Masjid.

Bangunan Liar di Kawasan Luar Batang. Hafidz Mubarak-Antara.
Bangunan Liar di Kawasan Luar Batang. (Hafidz Mubarak/Antara)

Kericuhan sempat terjadi setelah kunjungan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah ke Kampung Luar Batang. Kericuhan itu diduga terjadi karena adanya provokasi dari pihak tak bertanggung jawab.

Saefullah mengatakan, kericuhan terjadi lantaran adanya surat peringatan 1 palsu yang beredar di masyarakat Luar Batang. “Ada surat beredar SP1 dari Gubernur dari Wali Kota dan Satpol PP. Saya langsung bilang itu palsu,” kata Saefullah di Balai Kota. Selasa 3 Mei.

Sejatinya, penertiban Luar Batang tak akan dilakukan dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan penggusuran bakal dilakukan akhir tahun usai pembangunan rusun sebagai tempat relokasi selesai dibangun.

Karena itu, Saefullah merasa heran dengan kericuhan yang pecah setelah kepulangannya dari sana. Saefullah pun sempat mendengar ada beberapa pihak yang meneriakkan kata gusur saat dia hendak pulang dari Masjid Keramat Luar Batang. “Makin malam katanya makin banyak orang saya minta cek apa masalahnya. Jadi ini ada yang gerakkin,” terang dia.‎

Sejauh ini, Saefullah mengaku belum menerima surat ilegal tersebut. Dari laporan yang dia dapat, suasana semakin panas saat melihat surat palsu itu beredar. Setelahnya, Saefullah meminta anak buahnya untuk menelusuri surat tersebut‎. “Saya cek Camat, Lurah sudah selamat. Jadi enggak masalah. Cuma satu orang luka,” ungkap dia‎.

loading...