HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bisikan Angin Untuk Ibu

Bisikan Angin Untuk Ibu
33

Oleh: Pretty Azizah Az-zahra[1. Mahasiswa Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Program Studi Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. ]

HARIANACEH.co.id – Sejak ia pertama kali mendekap, cintanya begitu melekat. Tanpa aku minta, begitu tulus rupanya.

Cinta mana yang lebih besar daripada cinta seorang ibu? Kebesaran cinta itulah yang mampu menghangatkan tiap-tiap hati orang di dalam sebuah keluarga. Ibu adalah sosok penuh akan perhatian tak terbatas, sehingga siapa saja penghuni rumah tidak pernah merasa kekurangan kasih dan sayang meskipun harus berbagi.

Aku telah dicintai bahkan sebelum aku terlahir kedunia. Aku merasa beruntung karenanya. Sejak aku berada di dalam kandungan selama sembilan bulan, hingga kini aku sudah di anggap dewasa, cinta yang Ibu berikan memang tanpa pamrih. Dengan kasihnya aku dijaga, dengan sabarnya aku dirawat. Telaten nian Ibu membesarkanku. Tak pernah kudengar ia mengeluh sekalipun aku melihat tubuhnya telah letih betul.

Ibu adalah perempuan yang cekatan. Ia mampu mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Ajaibnya, semua pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Tangan terampilnyalah yang mampu membuat rumah menjadi tempat ternyaman. Tempat yang sejauh apapun kaki membawa aku pergi, pada rumahlah aku akan kembali.

Kehebatan Ibu tak berhenti sampai di situ. Ibu adalah penemu tercepat daripada mesin pencari. Ibu tahu betul di mana letak barang-barang yang aku butuhkan ketika aku merasa kehilangan. Aku sendiri pun merasa heran, bagaimana Ibu bisa melakukannya. Ia mampu menebak dengan benar. Sepertinya, Ibu tak hanya memahami perangai setiap anggota keluarga, melainkan juga seisi perabotan di dalam rumah kami.
Ketika aku diharuskan meninggalkan rumah demi pendidikanku, aku semakin menyadari betapa besar jasa seorang Ibu dan betapa besar pula cinta yang ia curahkan. Semua yang serba Ibu kini harus aku lakukan seorang diri. Untuk aku yang berada jauh dari rumah, masakkan Ibu adalah salah satu yang sangat membuatku merindu. Ibu adalah koki terbaik. Ia mampu menyulap bahan baku sederhana menjadi masakkan yang istimewa. Jangankan sudah menjadi hidangan siap santap di atas meja, aroma saat proses memasak pun sudah membuat perut bersuara.

Untuk segala cinta yang telah ia beri, aku menyadari tak kan tertebus dengan apapun. Aku berdoa selalu semoga Ibu diberikan umur yang panjang sehingga ia dapat ku bahagiakan masa tuanya. Aku malu untuk mengatakannya secara langsung, tapi aku berharap Ibu mendengar bisikan dari angin, melalui jarak yang menjadi pembatas pertemuan aku katakan, aku cinta Ibu.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat