HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

5 WN Tiongkok Ditetapkan Sebagai Tersangka

8

HARIANACEH.co.id – Direktoran Jendral Imigrasi menetapkan status tersangka kepada Lima WNA asal Tiongkok yang melakukan pengeboran di lahan TNI Angkatan Udara di Halim Perdanakusuma.

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, kelimanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan izin tinggal. “Dari lima WNA tersebut, satu di antaranya hanya memiliki visa kunjungan sosial budaya. Itu tidak bisa dijadikan dasar izin kerja. Sedangkan empat WNA lainnya memiliki izin tinggal untuk mereka bekerja, namun demikian peruntukkannya disalahgunakan berdasarkan jabatan dan pekerjaan masing-masing. Itu sudah kita dalami sehingga kita putuskan bahwa kelimanya telah melakukan perbuatan pidana berdasarkan pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011,” kata Ronny di Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Jalan Bekasi Timur Raya, Jakarta Timur, Sabtu (07/05).

Mengenai empat WNA yang dianggap menyalahgunakan jabatan dan pekerjaan apa yang di maksud, Ronny mengaku belum bisa menjelaskan hal tersebut karena masih salam tahap penyidikan.

“Berkaitan dengan peran masing-masing, masih dalam kategori informasi yang dikecualikan berdasarkan UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kita belum bisa menjelaskan secara rinci hal-hal yang secara teknis penyidik hal itu perlu kita rahasiakan,” jelas Ronny.

Kendati demikian, ia berjanji akan menjelaskannya jika penyidik telah melengkapi bukti dan berkas penyidikan para tersangka.

“Nanti ketika bukti sudah kita kumpulkan, pasti kita jelaskan, apa sebenarnya yang menjadi dasar sehingga kita katakan keempat WNA yang memegang ITAS pun melanggar pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011. Percayalah kawan-kawan,” jelas Ronny.

Saat ini kelima WN Tiongkok yang melakukan pengeboran itu masih ditahan pihak Direktoran Jendral Imigrasi. Mereka dianggap melanggar Pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011 Tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman maksimal yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Selain Kelima WNA, PPNS Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur juga memeriksa dua orang WNI yang ikut diamankan saat pengamanan oleh keamanan pangkalan TN AU Halim Perdanakusuma. Kedua WNI itu adalah IK yang berperan sebagai penerjemah dan YA sebagai supir. Keduanya akan dilakukan pendalaman mengenai keterlibatannya dalam kegiatan ilegal tersebut.

Sebelumnya, kelima WN Tiongkok itu diketahui merupakan karyawan PT. Geo Central Mining (PT. GCM) yang beralamat di Pantai Indah Kapuk, Bukit Golf Jakarta Utara yang merupakan counterpart dari PT. Wijaya Karya (Wika). Adapun identitas kelimanya yaitu Guo Lin Zhong, Wang Ju, Zhu Huafeng, Cheng Qianwu, Xie Wuming.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time