HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Pelaku Serangan Mekkah, Arab Saudi

6

HARIANACEH.co.id – Pihak keamanan berhasil melumpuhkan empat pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mekkah, Arab Saudi. Ternyata keempatnya selama ini masuk dalam daftar teroris.

“Keempat orang yang terbunuh dalam sebuah penggerebakan di tempat persembunyiannya di dekat Mekkah. Mereka teridentifikasi sebagai warga Arab Saudi dan diketahui memiliki pandangan ekstremis dan keterlibatan dalam operasi terorisme,” pernyataan pihak Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dikutip Arab News, Sabtu (7/5/2016). Dalam operasi penggerebekan itu, dua dari teroris tewas karena luka tembak pihak keamanan. Sementara dua orang lainnya meledakkan dirinya sendiri dengan bom yang mereka bawa.

“Mereka semua terbunuh pada Kamis 5 Mei di wilayah Wadi Noman dan masuk dalam daftar teroris yang paling dicari,” lanjut pihak kementerian.

Salah satu nama ternama adalah Saeed Ayed Saeed Al-Do’Air Al-Shahrani, yang dimasukkan dalam daftar teroris Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada Februari lalu. Pria berusia 46 tahun itu tewas dalam penggerebekan.

“Dia terlibat dalam pengeboman sebuah masjid yang digunakan oleh Pasukan Darurat Khusus di Asir pada Agustus 2015 lalu. Selain itu dia juga terlibat dalam pengebiman Masjid Al-Mash pada Oktober lalu dan menjadi otak pembunuhan seorang pensiunan anggota keamanan,” sebut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayor Jenderal Mansour Al-Turki.

Turut tewas dalam penggerebekan ini adalah Mubarak Abdullah Fahad Al-Dosari, yang sudah menjadi buronan sejak September 2015. Mohammed Suleiman Al-Saqri Al-Enezi, juga menjadi buronan yang dicari oleh pihak berwenang Arab Saudi.

Al-Enezi dicari atas kaitannya dengan penembakan di Masjid Al-Mustafa di Provinsi Al-Ahsa, November 2015. Selain itu dia juga terlibat dala pengeboman Masjid Al-Anoud di Dammam.

“Selama Al-Enezi dikenal sebagai ahli bahan peledak,” tutur Al-Turki.

Pelaku teror yang tewas adalah Adel Abdullah Ibrahim Al-Mejmaj. Pria berusia 27 tahun itu sempat ditangkap pada September 2012 karena ikut serta dalam sebuah protes menuntut pembebasan beberapa tahanan di Qassim.

Al-Mejmaj diketahui kerap bepergian menyamar sebagai perempuan dan membawa ikat pinggang yang dilengkapi dengan bahan peledak.

Al-Turki menambahkan kelompok bersenjata ini menembak dan membunuh seorang personel polisi yang sedang bertugas di sebuah desa dekat dengan lokasi penggerebekan. Kelompok ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian pengeboman tersebut.

loading...