HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Syahrul Pilih Mundur, Bila Ada Mahar

3

HARIANACEH.co.id – Calon ketua umum (caketum) partai Golkar Syahrul Yasin Limpo tak masalah bila dirinya kalah lantaran tak memberikan mahar politik. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki idealisme, kemampuan serta ide, bukan semata pada fulus.

“Kalau saya tidak terpilih karena itu (tidak memberikan uang) enggak apa-apa. Yang penting kita sudah mengawal dan berkontribusi dengan cara yang benar,” kata Syahrul di Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016). Ia tak mau ambil pusing terkait kabar caketum Golkar yang akan terpilih adalah orang berkantong tebal. Saat ditanya prihal sumbangan yang diberikan Setya Novanto, Priyo Budi santoso, dan kader lainnya, Syahrul enggan berkomentar

“Aku kira pemimpin harus punya kontribusi ide dan gagasan. Kalau ada kabar itu, nanti lihat saja prosesnya bagaimana,” ucapnya.

Bakal Calon Ketua Umum Golkar Syahrul Yasin Limpo saat Menggelar Konfrensi  Pers di Kafe Beautika, Jakarta Pusat, Minggu (8-5-2016).--Metrotvnews.com-Nur Azizah.
Bakal Calon Ketua Umum Golkar Syahrul Yasin Limpo saat Menggelar Konfrensi Pers di Kafe Beautika, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).–Metrotvnews.com-Nur Azizah.

Ia menyesali adanya pungutan uang di musyawarah luar biasa yang akan diadakan pada 15 Mei mendatang. Menurutnya, seorang pemimpin harus berdasarkan pada ketulusan dan integritas. “Pemimpin jangan diisyaratkan pada uang. Kalau itu integritasnya akan turun. Saya mending tidak maju,” ungkapnya.

Sementara itu, politikus senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menyebut, pasca-reformasi, partai politik malah kerap hanya dikuasai oleh segelintir orang. Mereka yang berpengaruh, biasanya kuat dalam hal sumbangan dari sisi finansial di partai.

“Kita prihatin. Ternyata instrumen partai lebih dikontrol oleh orang yang beri kontribusi terhadap partai. Bukan (memberi kontribusi) ide, bukan gagasan. Tapi uang untuk jalankan mesin partai,” kata Agun, dalam sebuah diskusi di kawasan Senopati, Sabtu 7 Mei.

Akibatnya, lanjut Agun, proses berjalannya parpol jadi tersandera. Salah satunya terlihat dalam fungsi parpol dalam konteks kaderisasi yang tidak berjalan.

Kendati tidak memberikan mahar sebesar Rp1 Miliar, Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo tetap lolos menjadi bakal calon ketua umum Partai Golkar.

Ketua Pengarah (Steering Comittee/SC) Nurdin Halid memutuskan meloloskan dua bakal calon ketua umum Partai Golkar. Nurdin mengungkapkan, proses administrasi pendaftaran dengan membayar Rp1 miliar menyalahi ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Undang-undang Partai Politik Nomor 34 tentang Keuangan Partai. Maka itu, uang pendaftaran Rp1 miliar dijadikan sebagai sumbangan.

Tercatat ada delapan nama yang bakal bertarung untuk merebut kursi orang nomor satu di Golkar. Delapan politikus Golkar tersebut yaitu, Aziz Syamsudin, Mahyudin, Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, Ade Komarudin, Airlangga Hartanto, Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time