HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

BNNP Belum Menahan Bupati Bengkulu Selatan

7

HARIANACEH.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu menemukan sejumlah barang bukti yang diduga sabu dan ekstasi di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud. Namun, hingga saat ini BNNP Bengkulu belum menahan Dirwan.

Kepala BNNP Bengkulu Kombes Budiharso menjelaskan, saat penggeledahan pada Selasa 10 Mei 2016, sekira pukul 10.00 WIB, Dirwan tidak ada di ruang kerjanya. Saat itu Dirwan ada kegiatan di luar kantor. “Yang ada di sana (ruang kerja) Sekda (Sekertaris Daerah). Pak Sekda telepon bupati. Dan bupati langsung ke kantor,” kata Budiharso kepada Media Indonesia menjelaskan kronologi penggeledahan, Rabu (11/5/2016).

Budiharso menambahkan, timnya juga telah diperiksa sebelum masuk ke dalam ruangan untuk menggeledah. Pemeriksaan itu untuk memastikan timnya tidak membawa narkotika ke dalam ruangan tersebut.

“Diperiksa dulu sama staf bupati diperiksa memastikan kami tidak membawa apa-apa. Kemudian gantian para staf diperiksa juga. Hasilnya semua gak bawa apa apa. Pak bupati nunggu di ruang sesprinya,” ujarnya

Kemudian, lima dari delapan tim BNNP Bengkulu yang datang masuk ke ruang kerja Bupati didampingi enam staf bupati. Dari pemeriksaan itu ditemukan serbuk putih yang diduga sabu dan dua tablet berwarna pink yang diduga ekstasi di kursi sofa ruang kerja bupati. Selain itu, dua tablet berwarna pink juga ditemukan di lantai yang tertutup kardus air mineral.

“Kaget kan semua. Tim selanjutnya minta keterangan yang ada di sana. Semua mengatakan tidak tahu kepemilikan barang tersebut,” beber dia.

BNNP Bengkulu kemudian langsung melakukan tes urine di ruang kerja bupati. Hasilnya, orang yang ada di ruangan termasuk bupati negatif menggunakan narkoba.

“Semuanya (di tes urine). Bupati, Wakil Bupati, Sekda, staf, ajudan dan juga sopir pribadi (bupati) di tes urine,” tukas dia.

Budiharso yang juga ada di lokasi kemudian membuat kesepakatan dengan bupati untuk segera datang ke kantor BNNP Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah itu, sekitar pukul 17.00 WIB, tim BNNP Bengkulu meninggalkan ruang kerja bupati

Namun hingga Rabu sore tadi, kata Budiharso, Dirwan mangkir datang ke kantor BNNP Bengkulu.

“Tak hanya bupati semuanya kami minta datang cuma mereka tidak datang,” kata dia.

Ia mengaku belum mau melakukan pemanggilan paksa kepada Dirwan. Pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan.

“Kalau belum datang ya kami undang lagi. Enggak, kami enggak jemput paksa, enggak usah paksa-paksaan. Kalau enggak bersedia kami yang ke sana (kantor bupati). Barangkali mereka kesulitan,” ujar dia.

loading...