HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bukti Baru Kasus Suap Reklamasi Ditemukan KPK

10

HARIANACEH.co.id – Penyidik KPK masih mendalami kasus suap Rancangan Peraturan Daerah tentang Reklamasi. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penyidik menemukan banyak bukti baru terkait kasus tersebut.

“Banyak temuan-temuan baru. Mungkin nanti ada tindak lanjut. Kami masih kumpulkan fakta, bukti,” kata Agus di Jakarta, Kamis (12/5/2016). Agus mengaku tidak mengetahui kaitan Komisaris PT Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma dengan masalah ini. Menurut dia, materi pemeriksaan Richard antara lain mengonfirmasi pertemuan anggota DPRD DKI dengan ayahnya Sugianto Kusuma alias Aguan.

“Kami mendalami pertemuannya itu ngapain. Ada fakta baru yang bisa diungkapkan atau tidak,” tambahnya.

Skandal dalam pembahasan Raperda tentang Reklamasi teluk Jakarta terungkap setelah tim KPK menangkap tangan anggota DPR Mohamad Sanusi diduga menerima suap dari Presiden Direktur PT APLN Ariesman Widjaja, Kamis malam 31 April. Sanusi diduga menerima suap Rp2 miliar.

Pengembang diduga ingin mempengaruhi pembahasan  Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Terkait kasus ini, penyidik KPK sudah memeriksa banyak saksi, antara lain Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Kepala Bappeda DKI Tuti Kusumawati, Kepala BPKAD DKI Heru Budi Hartono, staf khusus gubernur DKI Sunny Tanuwidjaja, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Lalu, Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik, Wakil Ketua Balegda Merry Hotma, anggota Balegda Muhammad Sangaji, Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin, Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, dan CEO Pluit City Halim Kumala.

Hingga saat ini, tersangka kasus suap ini baru tiga orang, yakni Sanusi, Ariesman Widjaja, dan seorang karyawan PT APLN Trinanda Prihantoro.

loading...