HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Lokasi Penggusuran Kampung Aquarium Ada Bendera Gerindra & PKS

33

HARIANACEH.co.id – Warga Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, terus bertahan di lokasi penggusuran. Mereka bermalam di tenda yang berdiri di lokasi penggusuran.

Tak hanya beberapa tenda, beragam spanduk sejumlah organisasi massa dan partai juga bertebaran di sana. Beberapa juga terpampang spanduk tokoh. Bendera partai yang berkibar di lokasi milik Gerindra dan PKS. Spanduk dengan foto Tantowi Yahya tampak menyolok di depan pintu masuk Kampung Aquarium. Ada juga spanduk dengan foto aktivis Ratna Sarumpaet.

Hendri, warga Kampung Aquarium, mengatakan, Tantowi memang pernah datang menengok. “Menemui warga, berdialog,” kata Hendri di Kampung Aquarium, Kamis (12/5/2016).

Hendri lupa-lupa ingat apa yang disampaikan Tantowi saat itu. Yang jelas, Tantowi datang untuk memberi motivasi dan menguatkan warga Kampung Aquarium. “Beliau mau bantu dan dukung kami,” tambah Hendri.

Spanduk organisasi massa dan Partai Politik di Kampung Akuarium-Metrotvnews.com.Arga Sumantri
Spanduk organisasi massa dan Partai Politik di Kampung Akuarium-Metrotvnews.com.Arga Sumantri

Penggusuran pada Senin 11 April rupanya tak lantas membuat warga meninggalkan Kampung Aquarium. Mereka coba bertahan. Bantuan dari banyak lembaga membuat mereka memilih tinggal di lokasi penggusuran.

Perlahan, warga mulai bangkit, total ada tujuh tenda berukuran besar jadi tempat tinggal warga. Sejumlah fasilitas umum juga coba dibangun, seperti musala dan tempat mandi cuci kakus (MCK) umum.

Pemprov DKI menggusur Kampung Aquarium dan bakal menyulapnya menjadi tanggul untuk menghalangi rob. Tanggul akan dibangun di kawasan Muara Baru, termasuk Pasar Ikan. Tingginya, sekitar 3,5 meter di atas permukaan laut. Proyek ini akan menggunakan lahan seluas 10 hingga 12 meter.

Spanduk organisasi massa dan Partai Politik di Kampung Akuarium-Metrotvnews.com. Arga Sumantri
Spanduk organisasi massa dan Partai Politik di Kampung Akuarium-Metrotvnews.com. Arga Sumantri

Sebelumnya, Gubernur DKI Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tak mempermasalahkan soal Warga Kampung Aquarium yang tinggal di tenda lokasi penggusuran. Ahok malah mengaku senang warga Kampung Akuarium.

Ahok juga mewanti-wanti partai politik yang memberi makan dan minum warga eks Kampung Akuarium. Tindakan mereka bisa digolongkan pelanggaran. “Bagus dong ada partai resmi. Berarti partai itu melanggar wilayah. Mereka (warga) kan mengaku di Kampung Akuarium toh,” ucap Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini pun tak bisa memahami logika pikir warga Pasar Ikan. Mereka mengklaim sudah lama tinggal dan menjadi bagian dari sejarah Pasar Ikan. Padahal, kata Ahok, tempat itu peninggalan Belanda, dahulu adalah Benteng Dalam.

Sebanyak 443 Kepala Keluarga warga Kampung Akuarium memilih tinggal di tenda yang berdiri di atas reruntuhan bangunan. Hampir setiap hari, warga Kampung Akuarium mendapat nasi bungkus dan air minum.

Warga Kampung Akuarium memilih tinggal di tenda-Metrotvnews.com. Deny Irwanto
Warga Kampung Akuarium memilih tinggal di tenda-Metrotvnews.com. Deny Irwanto

Menurut koordinator warga, Opi, nasi bungkus dan air minum berasal dari bantuan anggota DPRD DKI Jakarta, dan Jaringan Merah Putih milik Prabowo Subianto.

“Bantuan dari Pak Inggar, anggota DPRD Komisi A, dan makanan dapat dari Jaringan Merah Putih Pak Prabowo. Setiap hari makanan datang,” kata Opi kepada Metrotvnews.com di Kampung Akuarium, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu 11 Mei.

Selain memberikan bantuan makanan, bantuan juga datang dalam bentuk pembuatan MCK. Saat ini ada dua MCK yang berdiri di Kampung Akuarium.

Penolakan tersebut dilakukan lantaran mayoritas warga Kampung Akuarium merupakan nelayan. Mereka kesulitan untuk mencari makan ketika pindah di rusun Marunda, Rawa Bebek, dan Kapuk.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat