HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Menteri Susi: Tak Ada Keributan Antara Indonesia Dengan RRT

8

HARIANACEH.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan hubungan kerja sama antara Republik Rakyat Tiongkok dengan Republik Indonesia sangat baik, kolaborasi dalam sektor kelautan dan perikanan juga berjalan lancar.

“Hubungan kerja sama RRT dan Indonesia masih sangat baik,” kata Susi Pudjiastuti, Rabu (11/5/2016). Sebagaimana diketahui, Menteri Susi telah menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Yu Kangzhen di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (10/5).

Kunjungan Wakil Menteri Pertanian RRT yang didampingi oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng disebutkan berlangsung hangat dengan jamuan makan siang.

“Sektor perikanan tangkap di Indonesia hanya untuk nelayan Indonesia sedang pengolahan perikanan terbuka untuk semua negara termasuk RRT,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan hangat tersebut ditutup dengan saling tukar cendera mata dan berfoto bersama.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyesalkan klaim sepihak Republik Rakyat Tiongkok yang menyatakan kapal KW Kway Fey 10078 yang ditangkap aparat Indonesia berada dalam kawasan perikanan tradisional mereka.

“(Pernyataan Tiongkok) itu klaim yang tidak betul, tidak mendasar dan tidak diakui oleh dunia internasional,” kata Menteri Susi kepada wartawan di Jakarta, 21 Maret 2016.

Susi memaparkan, alasan Tiongkok mengenai “traditional fishing ground” (tempat perikanan tradisional) di Natuna tidak diakui oleh aturan internasional termasuk Konvensi Hukum Laut PBB.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendeteksi adanya pergerakan kapal yang diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, 19 Maret, sekitar pukul 14.15 WIB.

Kapal tersebut diketahui sebagai KM Kway Fey yang berbendera Tiongkok. Kemudian, kapal milik KKP yakni KP Hiu 11 mendatangi kapal motor tersebut dan mengamankan delapan anak buah kapal (ABK).

Kemudian, saat KM Kway Fey akan dibawa petugas KKP, tiba-tiba datang kapal coastguard Tiongkok yang datang mendekat dan menabrak Kway Fey, dengan dugaan agar kapal ikan asal Tiongkok tersebut tidak bisa dibawa ke daratan Indonesia.

Untuk menghindari konflik, petugas KKP meninggalkan Kway Fey dan kembali ke KP Hiu 11 dan hanya berhasil membawa delapan ABK.

loading...