HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Polda Metro Jaya Mengevaluasi Penggusuran Kawasan Prostitusi Dadap

13

HARIANACEH.co.id – Polda Metro Jaya meminta penggusuran Kampung Baru, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, yang dijadikan kawasan prostitusi dievaluasi. Evaluasi buat mencegah kericuhan berulang.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Irman Sugema mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dan evaluasi dengan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. “Kami mendapat pengarahan dari pak Kapolda (Irjen Moechgiyarto), agar peristiwa yang terjadi saat penyerahan SP-2 dievaluasi supaya tidak terulang,” Kata Irman, Rabu (11/5/2016).

Terkait rencana Bupati Tangerang yang tetap melayangkan SP3 minggu depan, Irman belum bisa menjawab. Namun, hal itu akan dikoordinasikan dengan Polda Metro Jaya. Menurut Irman, polisi akan menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan penggusuran.

“Mudah-mudahan besok atau lusa sudah kami koordinasikan dengan pak Kapolda,” kata Irman.

Warga Tolak Penggusuran

Sainan beserta warga Kampung Dadap tetap meolak rencana penggusuran. Pasalnya, janji Bupati Tangerang dinilai hanya isapan jempol. “Warga ingin bukti,” kata Sainan.

Warga Dadap tolak penggusuran. Antara. Lucky
Warga Dadap tolak penggusuran. Antara. Lucky

Indra Gunawan mengamini pendapat Sainan. Menurutnya, janji Bupati Tangerang selalu berubah. “Awalnya lokasi ini mau dijadikan Islamic center dan pusat kuliner. Sekarang mau didirikan rusuwana dan rumah deret untuk nelayan. Yang benar yang mana,” kata Gunawan.

Menurut Gunawan, jika Pemkab Tangerang ingin menata kawasan Dadap, sampaikan kepada warga dengan terbuka dilengkapi perencanaan pembangunan. “Warga tidak akan menolak. Masa iya kampungnya akan ditata warga tidak mau,” kata Gunawan.

Mengenai SP2 yang dilayangkan, Gunawan dan warga lainya mengaku belum pernah melihat surat itu. Jika minggu depan Bupati Tangerang melayangkan SP3, kata Gunawan, jelas menyalai prosedur.

Gunawan mengatakan, warga tidak akan tinggal diam. Mereka akan melakukan perlawanan dengan aksi yang lebih besar. “Kami tidak akan mundur demi membela hak kami. Apa pun yang terjadi,” kata Gunawan.

Diketahui sebelumnya, bentrokan antara warga dengan aparat pecah menyusul rencana pemberian SP 2 terkait penggusuran lokalisasi dan perkampungan nelayan di Kampung Baru Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, kemarin.

Warga nekat menyerang petugas yang berjaga-jaga di sekitar kawasan. Mereka melempar bom molotov dan batu ke arah petugas, dan dibalas dengan tembakan gas air mata.

Dua orang anggota polisi mengalami luka di bagian wajah dan tangan. Sementara, dua orang terduga provokator sempat ditangka.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time