HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rumah Sakit Yang Tolak Pasien Dikecam Komisi IX DPR

7

HARIANACEH.co.id – Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengecam keras manajemen Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang yang diduga menolak seorang pasien bernama Mardiah (50), hingga akhirnya ditemukan tewas di rumah singgah yang masih berada di kompleks rumah sakit tersebut.

“Saya mengecam sikap tidak manusiawi yang dilakukan RSMH Palembang yang menolak pasien Kritis, yang kemudian berdampak meninggalnya pasien tersebut. Padahal, korban dalam kondisi kritis karena mengidap kanker rahim stadium akhir,” ucap Irma dalam siaran pers, Kamis (12/05/2016). Sebagai langkah nyata, Irma meminta Kementerian Kesehatan memberikan sanksi terhadap manajemen RSMH Palembang.

Menurutnya, ini perbuatan kontra produktif rumah sakit yang seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan, bukan cuma mengedepankan aspek komersial belaka.

“Ini soal nyawa. Bukan sekadar soal prosedur yang seharusnya bisa diurus seiring dengan perawatan,” ujar Irma menegaskan.

Lebih lanjut, politikus NasDem ini menegaskan bahwa seharusnya pihak rumah sakit tetap memberikan perawatan sambil meminta keluarga untuk menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan.

“Bukan malah menolak pasien kritis. Ini sama saja  dengan membiarkan pasien meninggal dunia,” kata dia.

Lebih lanjut, Irma meminta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda tentang prosedur Pelayanan Rumah Sakit terkait Jamkesda atau Jamkesmas.

“Ini adalah contoh konkret belum juga terintegrasinya Jamkesmas dengan BPJS di daerah. RSMH juga harus diberi sanksi terkait perbuatan tidak berkeperimanusiaan dengan menolak pasien kritis,” ujarnya.

Diketahui, Mardiah tewas di sebuah kamar rumah singgah di Jalan Kayu Awet, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa, 10 Mei 2016, sekitar pukul 17.30 WIB.

Sebumnya, Mardiah dibawa keluarganya ke RSMH Palembamg. Namun saat itu, keluarga belum membawa persyaratan sebagai pasien Jamkesmas atau berobat gratis sehingga ditolak pihak rumah sakit.

Pada Selasa, 10 Mei 2016, pukul 09.00 WIB, korban dikeluarkan dari rumah sakit dan diarahkan untuk menginap di rumah singgah. Tim medis menjanjikan korban bisa kembali dirawat jika persyaratan sudah lengkap.

loading...