HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Nama Terpidana Mati Yang Akan Dieksekusi Belum Dikeluarkan Kejagung

26

HARIANACEH.co.id – Kejaksaan Agung belum memutuskan siapa saja terpidana mati yang akan dieksekusi mati pada tahap III. Waktu eksekusi juga belum bisa dipastikan.

Pagi ini, beredar nama-nama terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahap III. Mereka 0zias Sibanda, Obina Nwajagu bin Emeuwa, Fredderikk Luttar, Humprey Ejike, Seck Osmane, Zhu Xu Xhiong, A Yam, Jun Hao alias A Heng alias Vass Liem, Cheng Hong Xin, Gang Chung Yi, Jian Yu Xin, Freddy Budiman bin H Manan alias Budi, Zulfikar Ali alias Ali, Suryanto bin Swehong, Agus Hadi bin Hadi, Pujo Lestari bin Sukatno. “Saya sampaikan, itu belum benar. Kami belum menentukan siapa dan kapan eksekusi mati,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad membantah nama-nama tersebut di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2016).

Noor menyampaikan, ada banyak aspek hukum yang harus dipertimbangkan Kejaksaan Agung sebelum memutuskan mengeksekusi terpidana mati. Karena itu, ia tidak bisa bicara pelaksanaan eksekusi mati bulan ini atau kapan.

Dia meminta semua pihak bersabar menunggu kepastian eksekusi mati tahap III. “Tunggu tanggal dan waktu mainnya,” ujar dia.

Kejaksaan Agung bisa mengeksekusi bila proses hukum terpidana mati sudah berkekuatan hukum tetap. Apabila belum berkekuatan hukum tetap, terpidana masih punya hak melakukan upaya hukum. Seperti yang dilakukan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengakui dirinya ingin gembong narkoba itu masuk dalam daftar eksekusi mati tahap III. Tapi tiba-tiba, Freddy mengajukan upaya hukum peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Hal itu membuat waktu pelaksanaan eksekusi mati tidak pasti.

“Selama ini, katanya (Freddy) mau mengajukan upaya hukum PK, ternyata mengulur waktu terus. Tentunya kami, tak mau menunggu terlalu lama,” kata Prasetyo.

Freddy Budiman (kiri).AFP
Freddy Budiman (kiri).AFP

Kendati waktunya belum diputuskan, Prasetyo memastikan terpidana mati, terutama kasus narkoba, akan dieksekusi. Tempat eksekusi pasti di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Anggaran untuk eksekusi juga sudah diajukan pada APBN 2016.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Liliek Darmanto mengatakan informasi terakhir dari Kejaksaan menyebut ada 15 terpidana yang akan dieksekusi pada tahap III. Lima warga Indonesia, empat warga Tiongkok, seorang warga Pakistan, dua warga Nigeria, dua warga Senegal, dan seorang warga Zimbabwe.

Polda Jawa Tengah sudah menyiapkan 130 personel regu tembak dari Brimob. Juga disiapkan dari Brimob, petugas yang memegang senter, menerangi terpidana mati yang akan dieksekusi.

“Pemegang senter ini menerangi sasaran tembak (jantung). Karena eksekusi dilakukan di tempat gelap. 12 orang untuk satu terpidana,” kata Liliek.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat